PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH GA3 DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH MANGGIS (Garcinia mangostana L)

Nekarena, Venti and Deselina, Deselina and Edi, Suharto (2024) PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH GA3 DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH MANGGIS (Garcinia mangostana L). Other thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Archive (Thesis)
Skripsi_Venti Nekarena Purba_E1B019051_compressed - venti nekarena.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (1MB)

Abstract

Manggis adalah salah satu buah tropis yang sangat terkenal dan merupakan komoditas
buah asli Indonesia yang mempunyai prospek sangat baik untuk dikembangkan. Menurut
Kuswanto (2003) buah ini merupakan jenis buah berdaging dan berair yang memiliki kadar
air benih tinggi dan biji diselaputi oleh lendir yang mengandung bahan yang bersifat
inhibitor. Hal ini menjadi permasalahan dalam proses perkecambahan benih manggis.
Perkecambahan merupakan muncul dan berkembangnya radikula dan plumula dari
benih. Daya kecambah benih memberikan informasi kepada pemakai benih akan kemampuan
benih tumbuh normal berdasarkan penilaian terhadap struktur tumbuh embrio yang diamati
secara langsung menjadi bahan tanam yang baik dan wajar dalam keadaan biofisik lapangan
yang optimum.
Permasalahan dalam perkecambahan benih manggis adalah adanya selaput daging
yang berserat yang menyelimuti benih dan diduga dapat menghambat perkecambahan benih
serta merupakan media bagi jamur. Meskipun daging buah dibersihkan daya kecambah tetap
rendah karena adanya blok metabolisme sehingga perlu diberikan zat pengatur tumbuh.
Adapaun salah satu zat pengatur tumbuh yang memacu perkecambahan adalah hormone
giberelin (GA3). Peranan giberelin ini untuk merangsang produksi enzim amilase yang
merombak pati menjadi gula untuk energy metabolisme perkecambahan dan memacu
pertumbuhan vegetatif. Giberelin juga berperan dalam pengembangan dinding sel,
merangsang aktivitas pembelahan sel, pembesaran sel dan pembelahan sel yang dapat
mempercepat pertumbuhan benih.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 – Desember 2023 di
Laboratorium Kehutanan Fakultas Pertanian. Rancangan penelitian yang digunakan adalah
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama terdiri dari 3 taraf dan
faktor kedua terdiri dari 3 taraf. Adapun faktor yang pertama yaitu perlakuan pemberian
konsentrasi giberelin dan faktor kedua yaitu perlakuan lama perendaman. Perlakuan
pemberian konsentrasi giberelin terdiri dari 3 taraf yaitu pemberian konsentrasi 0 ppm, 50 pp,
dan 75 ppm sedangkan perlakuan lama perendaman terdiri dai 3 taraf yang terdiri dari
perlakuan lama perendaman 12 jam, 24 jam, dan 48 jam. Terdapat 9 kombinasi perlakuan.
Setiap kombinasi dilakukan sebanyak 4 kali pengulangan sehingga terdapat 36 unit
percobaan dan setiap unit percobaan menggunakan 10 benih manggis, maka jumlah benih
yang digunakan dalam perkecambahan yaitu sebanyak 360 benih. Parameter pengamatan
dalam penelitian ini yaitu persentase kecambah, daya kecambah, kecepatan berkecambah, dan
tinggi kecambah.
Pengaruh pemberian konsentrasi pada benih manggis berpengaruh nyata terhadap
persentase kecambah, daya kecambah, dan kecepatan berkecambah namun tidak berpengaruh
nyata terhadap tinggi kecambah. Perlakuan pemberian konsentrasi 75 ppm memiliki nilai
rata-rata tertinggi dalam perkecambahan. Pemberian konsentrasi Giberelin (GA3) dapat
membantu enzim yang akan meningkatkan pembesaran dinding sel sehingga berpengaruh
terhadap pembentukan dan perkembangan akar yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap
pertumbuhan benih. Hasil uji BNT taraf 5% menunjukkan bahwa perlakuan pemberian
konsentrasi 75 ppm memberikan pengaruh yang nyata terhadap persentase kecambah, daya
kecambah, dan kecepatan berkecambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar
konsentrasi yang diberikan maka semakin besar rata-rata persentase kecambah, daya
kecambah, dan kecepatan berkecambah.
Pengaruh lama perendaman tidak berpengaruh nyata terhadap parameter persentase
kecambah,daya kecambah, dan kecepatan berkecambah namun berpengaruh nyata terhadap
parameter tinggi kecambah. Semakin lama benih direndam tidak lagi menaikkan kemampuan
untuk berkecambah, karena ketika proses imbibisi berlangsung air akan masuk ke dalam
benih melalui kulit kemudian mengalami difusi dan masuk ke dalam jaringan. Dengan
masuknya air kedalam benih maka terjadi pembengkakan sel dan benih akan pecah menjadi
kecambah. Aktivitas sel akan tetap berlangsung tetapi aktivitas sel membutuhkan oksigen.
Benih yang terlalu lama direndam akan mengakibatkan kurangnya oksigen yang
menyebabkan benih sulit untuk berkecambah. Perlakuan lama perendaman selama 48 jam
memiliki nilai tertinggi dalam perkecambahan.
Interaksi perlakuan pemberian konsentrasi dengan lama perendaman pada variabel
tinggi kecambah berpengaruh nyata dengan perlakuan S1L1 (pemberian konsentrasi 50 ppm
dengan lama perendaman 24 jam) merupakan perlakuan terbaik. Pada perlakuan S1L1
(Konsentrasi 50 ppm dengan lama perendaman 12 jam) terjadi peningkatan laju respirasi
yang mengaktifkan enzim yang terdapat di dalam benih. Giberelin yang sudah di dalam benih
ditranslokasikan kelapisan aleuron dan menghasilkan enzim amilase yang selanjutnya masuk
kecadangan makanan. Pemberian konsentrasi 50 ppm dengan lama perendaman 12 jam
(S1L1) dapat memacu aktivitas enzim hidrolik khususnya amilase pada benih yang berperan
dalam proses hidrolisis pati sehingga energy yang tersedia mencukupi untuk pertumbuhan
tunas yang lebih tingggi
(Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu)

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Forestry
Depositing User: Sugiarti, S.IPust
Date Deposited: 06 Oct 2025 02:08
Last Modified: 06 Oct 2025 02:08
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/27479

Actions (login required)

View Item
View Item

slot gacor terbaik

slot gacor terpercaya

Situs Resmi Bisawd

slot gacor 4d

Slot Terpercaya

Slot Gacor bet 200