Humairah, Anisa and Muhammad, Dani and Kususiyah, Kususiyah (2024) PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN KITOLOD (Isotoma longiflora) MELALUI AIR MINUM TERHADAP MIKROFLORA USUS AYAM BROILER. Other thesis, Universitas Bengkulu.
ASLIII SKRIPSI ANISA 10 - anisa nisa.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (993kB)
Abstract
Antibiotik sebagai growth promotor sudah dilarang penggunaannya. WHO (1997)
menyatakan bahwa penggunaan antibiotik yang berkelanjutan dapat mengakibatkan adanya
residu antibiotik dalam produk ternak serta meningkatkan resiko resistensi mikroba pada
manusia yang mengonsumsi produk-produk tersebut. Pelarangan tersebut dapat
mengakibatkan penyakit-penyakit yang menginfeksi saluran pencernaan akan semakin
meningkat dan bertambah banyak jumlahnya, juga berakibat pada menurunnya produksi
pada unggas, karena selama ini antibiotik digunakan sebagai growth promoter. Pelarangan
ini menyebabkan kerugian pada para peternak. Untuk mengatasi masalah tersebut
diperlukan upaya. Salah satu alternatif untuk dapat menghindari penggunaan antibiotik
adalah dengan menggunakan fitobiotik. Salah satu tumbuhan yang mejadi sumber
fitobiotik adalah kitolod (Isotoma longiflora). Kitolod mengandung banyak zat bioaktif
seperti alkaloid, flavonoid, polifenol dan saponin (Herdianto et al., 2016). Zat tersebut
merupakan senyawa kimia yang dihasilkan oleh tumbuhan yang bersifat antibakteri (Putri,
2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian ekstrak etanol
daun kitolod melalui air minum terhadap mikroflora usus ayam broiler
Penelitian ini dilakukan selama 28 hari yang dilaksanakan di kandang Commercial
Zone and Animal Laboratory (CZAL) Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas
Bengkulu. Pengamatan bakteri berlangsung selama 14 hari di Laboratorium Peternakan
Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan
diulang 5 kali. P0: Air minum tanpa ekstrak etanol daun kitolod P1: Air minum + 1%
ekstrak etanol daun kitolod P2: Air minum + 2% ekstrak etanol daun kitolod P3: Air
minum + 3% ekstrak etanol daun kitolod. Variable yang diamati meliputi TPC, BAL dan
E.coli.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun kitolod
melalui air minum sampai level 3% berpengaruh nyata terhadap E.coli dan tidak
perpengaruh nyata terhadap TPC dan BAL. Dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak
etanol daun kitolod (Isotoma longiflora) melalui air minum hingga level 3% tidak dapat
menurunkan total plate count dan Escherichia coli serta belum dapat meningkatkan bakteri
asam laktat.
(Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu 2024).
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Faculty of Agriculture > Department of Animal Science |
| Depositing User: | Sugiarti, S.IPust |
| Date Deposited: | 08 Oct 2025 01:01 |
| Last Modified: | 08 Oct 2025 01:01 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/28003 |

