ANALISIS YURIDIS PEMIDANAAN TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN DALAM PUTUSAN PENGADILAN NEGERI KELAS I A BENGKULU NOMOR : 1/PID.SUS-ANAK/2022/PN.BGL

SERLI, OKTAVIANI ELSA and Herlambang, Herlambang and Ria, Anggraeni Utami (2022) ANALISIS YURIDIS PEMIDANAAN TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN DALAM PUTUSAN PENGADILAN NEGERI KELAS I A BENGKULU NOMOR : 1/PID.SUS-ANAK/2022/PN.BGL. Other thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Text (Thesis)
PDF SERLI.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan dasar
pertimbangan hakim dalam pemidanaan dan menggambarkan putusan terhadap
anak pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan dalam putusan
Pengadilan Negeri Kelas I A Bengkulu Nomor : 1/Pid.Sus-Anak/2022/PN.Bgl.,
telah memenuhi unsur keadilan sebagai tujuan penerapan hukum dalam
masyarakat. Metode penelitian yang digunakan penelitian hukum normatif
menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dasar
pertimbangan hakim pada putusann Nomor : 1/Pid.Sus-Anak/2022/PN.Bgl
manjatuhkan pidana penjara selama 5 (lima) bulan di LPKA berdasarkan fakta�fakta hukum yang dilakukan oleh terdakwa di persidangan melalui pemeriksaan
terhadap keterangan terdakwa dan barang bukti yang dihadirkan di persidangan
dan dihubungkan dengan unsur-unsur yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut
Umum dalam Pasal 363 ayat (1) ke-5 KUHP. Selain itu keadaan yang
memberatkan dan meringankan juga menjadi pertimbangan hakim. Dalam
putusannya, majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama 5
(lima) bulan di Lembaga Pemasyarakata Khusus Anak (LPKA) Bengkulu. Dalam
kasus ini terdakwa didakwa dengan Pasal 363 ayat (1) ke-5 KUHP yaitu
pencurian pemberatan. Terjadi perbedaan pandangan pertanggungjawaban pidana
anatara Jaksa Penuntut Umum dengan hakim persidangan. Tuntutan Jaksa
Penuntut Umum atas perbuatan Terdakwa dituntut 7 (tujuh) bulan penjara. Pada
putusan, hakim persidangan berpendapat lain, hakim menjatuhkan vonis selama 5
(lima) bulan kepada terdakwa di Lembaga Pemasyarakata Khusus Aanak (LPKA)
Bengkulu. Hakim tunggal persidangan memberikan hukumannya lebih ringan dari
tuntutan jaksa. Seharusnya vonis yang dihatuhkan sama dengan tuntutan Jaksa
Penuntut Umum. Tindak pidana pencurian dengan pemberatan merupakan tindak
pidana yang sudah memerluka keahlian khusus bagi pelakunya, sehingga para
pelaku perlu mendapatkan sanksi yang berat, sehingga sanksi yang berat akan
mengarahkan dan menyadarkan pelaku untuk insaf dan tidak mengulangi
perbuatannya kembali. Jika sanksi ringan, maka terdakwa ada kemungkinan akan
mengulangi perbuatannya. Dengan kata lain, bahwa putusan ini belum memenuhi
rasa keadilan masyarakat yang bertujuan mendidik dan menjadikan pelaku tindak
pidana insyaf atas perbuatannya.
Kata kunci : Tindah Pidana, Pencurian, Dengan Pemberatan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law Science
Depositing User: Irma Rohayu, S.IPust
Date Deposited: 04 Nov 2025 06:18
Last Modified: 04 Nov 2025 07:29
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/30974

Actions (login required)

View Item
View Item

slot gacor terbaik

slot gacor terpercaya

Situs Resmi Bisawd

slot gacor 4d

Slot Terpercaya

Slot Gacor bet 200