WINCO, HUTAGALUNG and Subanrio, Subanrio and Lidia, Br. Karo (2022) PELAKSANAAN TRADISI GONDANG SABAGUNAN (MUSIK TRADISIONAL) PADA UPACARA KEMATIAN MASYARAKAT MENURUT HUKUM ADAT BATAK TOBA DI KOTA BENGKULU (STUDI KASUS UPACARA KEMATIAN MARTINA SIREGAR). Other thesis, Universitas Bengkulu.
file skrpsi winco.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (1MB)
Abstract
Kematian merupakan akhir dari perjalanan hidup manusia. Maka
kematian pada dasarnya adalah hal yang biasa, yang semestinya tidak perlu
ditakuti, karena cepat atau lambat akan menjemput kehidupan dari masing�masing manusia. Namun, wajar bila kematian bukan menjadi keinginan utama
manusia. Berbagai usahaakan selalu ditempuh manusia untuk menghindari
kematian, paling tidak memperlambat kematian itu datang. Tujuan penelitian
ini untuk mengetahui proses dan menganalisis faktor keluarga merubah klasifikasi
status kematian serta mengetahui akibat hukum terhadap prosesi kematian
menurut adat batak toba ini menggunakan data primer dan sekunder dan di
peroleh melalui wawancara dan studi dokumen. Data yang diperoleh di olah
dengan teknik editing kemudian dianalisis dengan metode analisis kualitatif. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) proses merubah klasifikasi kematian yaitu
meminta kepada raja raja adat untuk memohon agar orang yang meninggal agar
dapat menaikan atau menurunkan klasifikasi kematian tersebut di dalam
martonggo raja (2) faktor keluarga ingin merubah klasifikasi kematian yaitu faktor
ekonomi keluarga tersebut (3) akibat hukum terhadap klasifikasi kematian
menurut adat batak toba yaitu antara prosesi sari matua dan saur matua (4) Latar
belakang Istilah hukum adat pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada masa
pemerintahan Hindia Belanda. C.Vollenhoven menyatakan hukum adat (adatrecht)
adalah dat samenstel van voor indelanders en vreende oosterlingen genldende
gedragregels,die eenerzidssanctie hebben yang artinya keseluruan aturan tingkah
laku yang berlaku bagi orang Indonesia asli yang mempunyai paksa dan tidak
dikodifikasikan.dewi wulansari memberikan pengertian memberikan pengertian
hukum adat dalam keseluruhan aturan hukum yang tidak tertulis.(5) Urgensi
penelitian pada saat opung Petrus meninggal dalam keadaan sempurna dan
digunakkan gondang sabagunan akan tetapi pada saat oppung Martina meninggal
itu meninggal dalam keadaan tidak sempurna dikarenakan anaknya lebih dahulu
mendahui sang ibu tersebut dan gondang yang digunakkan itu berbeda bukan
gondang sabagunan (6) Tujuan Penelitian ada pun tujuan penelitian yang
dilakukkan adalah sebagai berikut: untuk mengetaui ketentuan gondang
sabagunan dalam upacara kematian masyarakat Batak Toba menurut hukum adat
Batak Toba untuk mengetaui dan mendeskripsikan pelaksanaan tradisi upacara
kematian masyarakat Batak Toba di Kota Bengkulu study upacara kematian
Martina Siregar(7) Metodologi Penelitian pada saat upacara yang dilakukkan
adalah gondang hariapan gondang yang sudah dicampur dengan alat modern dari
penentuan sataus tersebut seruling taganing hasapi garantung hesek keyboard
drum.
Kata Kunci : Penentuan Prosesi , Adat Batak Toba
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law Science |
| Depositing User: | Irma Rohayu, S.IPust |
| Date Deposited: | 06 Nov 2025 04:29 |
| Last Modified: | 06 Nov 2025 04:37 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/31040 |

