Cahyadi, Zhellyn Aurelly and Purmini, Purmini (2020) ANALISIS KAUSALITAS JUMLAH UANG BEREDAR DAN SUKU BUNGA DI INDONESIA PERIODE 2014- 2019. Other thesis, Universitas Bengkulu.
SKRIPSI ZHELLYN AURELLY.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (1MB)
Abstract
Kebijakan moneter menjadi pedoman utama dalam mengatur dan menjaga
kestabilan nilai rupiah. Upaya-upaya pengendalian dilakukan oleh pemerintah
yang adalah otoritas moneter, yaitu Bank Indonesia selaku Bank Sentral
Indonesia. Kebijakan moneter yang dilakukan Bank Indonesia dalam menjaga
kestabilan nilai rupiah salah satunya mengatur dan mengendalikan jumlah uang
beredar melalui suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate). Jika BI Rate
meningkat jumlah uang beredar seharusnya menurun karena banyak masyarakat
yang ingin menabung di bank jika BI Rate meningkat. Jika jumlah uang beredar
yang menurun, maka Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter melalui
tingkat suku bunganya atau BI Rate dengan cara meningkatkan persentase BI Rate
di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kausalitas antara
jumlah uang beredar dengan BI Rate di Indonesia periode Januari 2014 hingga
November 2019. Metode dalam penelitian ini adalah menggunakan metode
Granger Causality Test dengan menggunakan alat bantu program eviews 9.0.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data time series bulanan
periode Januari 2014 hingga November 2019.
Hasil analisis data dengan menggunakan α = 10% Hasil uji kausalitas
granger menunjukkan bahwa terdapat hubungan satu arah dari BI Rate ke jumlah
uang beredar pada lag 3, lag 4, dan lag 5. Hal ini berarti BI Rate berpengaruh
terhadap jumlah uang beredar, sedangkan jumlah uang beredar tidak berpengaruh
terhadap BI Rate dengan kata lain BI Rate baru dapat mempengaruhi jumlah uang
beredar 3 bulan setelah kebijakan tersebut dikeluarkan, lamanya BI Rate dapat
mempengaruhi jumlah uang beredar dikarenakan adanya tenggang waktu dan
transmisi kebijakan moneter atau tidak dapat secara langsung menyentuh
masyarakat. Transmisi kebijakan moneter melalui bank Indonesia berupa SBI,
bank umum merespon SBI, lalu kemudian berpengaruh ke masyarakat. Sehingga
kebijakan menurunkan atau menaikkan suku bunga baru berdampak setelah 3
bulan atau lebih.
Dari hasil penelitian ini disarankan kepada pemerintah sebagai pemangku
kebijakan melalui realisasi kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate)
yang memiliki jangka waktu harus lebih diperhatikan dan ditinjau kembali.
Pemerintah harus dapat mengatur jangka waktu dari kebijakan yang telah
ix
ditetapkan, yang pada akhirnya jangka waktu tersebut harus diperpendek. Bank
Indonesia dengan bank-bank umum harus saling berkoordinasi, sebaiknya bank�bank umum segera merespon jika ada penurunan maupun kenaikan suku bunga
acuan baik untuk suku bunga kredit maupun suku bunga deposito. Disisi lain
pemerintah juga perlu segera memberi tekanan, sebab suku bunga tinggi dalam
jangka waktu cukup panjang akan merugikan publik. Pemerintah harus lebih
memperhatikan kondisi sektor keuangan, perbankan dan kondisi sektor rill karena
sangat berperan dalam menentukan efektif atau tidaknya proses transmisi
kebijakan moneter.
Kata kunci : BI Rate, Jumlah Uang Beredar, Kausalitas
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Faculty of Economy > Department of Development Economics |
| Depositing User: | 56 nanik rahmawati |
| Date Deposited: | 07 Nov 2025 08:24 |
| Last Modified: | 07 Nov 2025 08:24 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/31181 |

