Utami, Nadya Helvira (2020) ANALISIS TINGKAT FINANCIAL DEEPENING DI INDONESIA. Other thesis, Universitas Bengkulu.
skripsi Nadya Helvira.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (1MB)
Abstract
Pertumbuhan ekonomi suatu negara akan sangat ditentukan oleh
perkembangan dalam sektor finansialnya. Sektor keuangan yang berkembang
dengan baik, maka akan dapat mendorong kegiatan perekonomian. Sebaliknya
sektor keuangan yang tidak dapat berkembang dengan baik, maka akan
menyebabkan perekonomian mengalami hambatan likuiditas dalam upaya
mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Acuan untuk mengukur peranan dari
sektor keuangan terhadap perekonomian disebut pendalaman keuangan atau
financial deepening.
Dalam mengukur financial deepening di Indonesia bisa dilihat dari
perkembangan pasar keuangannya. Pasar keuangan (financial markets)
mempunyai peranan penting dalam meningkatkan efisiensi perekonomian melalui
penyaluran dana dari pihak-pihak yang mempunyai surplus dana kepada pihak
pihak yang membutuhkannya baik untuk kegiatan investasi maupun kegiatan
ekonomi lainnya. Tingkat kesejahteraan kedua pihak akan meningkat dengan
berfungsinya pasar keuangan . Secara garis besar pasar keuangan dibagi menjadi
dua, yaitu pasar modal dan pasar uang (money market).
Pendalaman sektor keuangan merupakan salah satu langkah penting dalam
upaya mengembangkan pasar keuangan suatu negara. Pentingnya pendalaman
keuangan adalah demi terciptanya ketahanan perbankan dan meningkatkan
pertumbuhan ekonomi suatu negara, sehingga nantinya dengan adanya financial
deepening dapat memobilisasi tabungan, mempromosikan berbagai informasi,
meningkatkan alokasi sumber daya dan memfasilitasi deversifikasi dan
manajemen risiko perbankan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat financial deepening di
Indonesia diukur dari indikator M2/GDP, RKS/GDP, KP/GDP, PMA/GDP. Dari
ke-4 indikator pengukur tingkat financial deepening tersebut dapat diketahui
bahwa tingkat financial deepening di Indonesia masih rendah dan mengalami
kedangkalan (shallow finance) karena masih berada di bawah persentase yang
tinggi menurut world bank yaitu masih di bawah angka 50%, seperti dari indikator
pasar uang di Indonesia yaitu, M2/GDP rata-rata financial deepeningnya dari
tahun 1998-2018 hanya sebesar 43,93%, dari indikator Kredit Swasta hanya
sebesar 45,75%, dari kedua indicator ini pergerakannya berfluktuasi sama hampir
mendekati 50% tetapi masih tergolong di kategori financial deepening yang
dangkal menurut worldbank.
Berbanding terbalik dengan sektor pasar uang, pergerakan pasar modal di
Indonesia yang masih sangat rendah yaitu 38,75% dari indikator kapitalisasi pasar
dan yang masih jauh tertinggal adalah dari indikator penanaman modal asing yang
hanya sebesar 4,65% Jika dibandingkan dengan indikator M2/GDP ternyata
pergerakan nilai persentase dari rasio Kredit Swasta/GDP ini memiliki
fluktuasi yang sama. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kredit sektor
ix
swasta yang disalurkan oleh pemerintah kepada pihak swasta sehingga M2
meningkat dan kemudian mendorong tumbuhnya perekonomian dan
meningkatnya GDP di Indonesia.
Untuk rasio financial deepening pada pasar modal, dapat diketahui bahwa
RKP/GDP dan PMA/GDP di Indonesia juga memiliki rasio yang rendah. Hal ini
disebabkan karena masih belum berkembangnya sektor pasar modal di Indonesia,
selain itu kurangnya pemahaman masyarkat Indonesia dalam berinvestasi dan
rendahnya minat investor sehingga pasar modal di Indonesia memiliki Financial
Deepening yang masih dangkal atau belum mampu berkontribusi dalam
perekonomian Indonesia.
Kata Kunci: Financial Deepening, Pertumbuhan Ekonomi, M2, Kredit Sektor
Swasta, Kapitalisasi Pasar, Penanaman Modal Asing.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Faculty of Economy > Department of Development Economics |
| Depositing User: | 56 nanik rahmawati |
| Date Deposited: | 07 Nov 2025 14:10 |
| Last Modified: | 07 Nov 2025 14:10 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/31202 |

