Martial, Sharinna Raini and Trisna, Murni (2020) IMPLEMENTASI METODE KANSEI ENGINEERING GUNA MENGIDENTIFIKASI ATRIBUT DESAIN YANG MENCERMINKAN CIRI KHAS BATIK BESUREK. Other thesis, Universitas Bengkulu.
SHARINNA - IMPLEMENTASI METODE KANSEI ENGINEERING GUNA MENGIDENTIFIKASI ATRIBUT DESAIN YANG MENCERMINKAN CIRI KHAS BATIK ~1.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (3MB)
Abstract
Saat ini, sebagian besar wilayah di Indonesia memiliki batik dengan ciri
khas motif sesuai dengan daerah masing - masing. Namun, batik yang paling
terkenal adalah batik dari Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat. Meskipun tidak
sedikit wilayah lain yang juga menghasilkan corak batik dengan keunggulannya
salah satunya adalah batik besurek dari Bengkulu. Pelaku usaha batik besurek
harus menyiapkan strategi untuk bersaing dengan pelaku usaha batik lainnya,
salah
satunya dengan melakukan inovasi desain produk. Nagamachi
memperkenalkan metode kansei engineering yang merupakan alat yang efektif
untuk pengembangan produk yang berorientasi pelanggan, yang mampu
menerjemahkan kansei manusia ke dalam elemen desain produk. Salah satu proses
terpenting dalam kansei engineering adalah menemukan kansei word, yaitu kata
yang menggambarkan domain produk. Dengan kansei words, pelanggan dipandu
untuk mengekspresikan kebutuhan afektif mereka, perasaan mereka, dan keadaan
emosional mereka. Keinginan emosional dan indera pelanggan kemudian
diterjemahkan ke dalam elemen desain produk. Penelitian ini menggunakan
kategori kansei words menurut Yamada et.al (2018) yaitu: ekspresi yang
mewakili perasaan, perilaku yang mewakili perasaan, dan fitur objek yang
dievaluasi.
Pada penelitian ini digunakan kansei engineering type I - category
classification sampai pada tahap menemukan kansei words yang mencerminkan
batik besurek yang memiliki daya saing. Metode yang digunakan dalam
menemukan kansei words adalah content analysis dengan Nvivo Ver. 12 yaitu
dengan menganalisis kata - kata, simbol, ataupun gambar yang disajikan di media
atau teks. Analisis ini digunakan untuk mengungkapkan bagaimana konsep,
persepsi, dan motivasi yang terkandung di dalam teks mengenai batik besurek.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan metode
pengumpulan data studi dokumen yang terdiri dari 30 penelitian terdahulu dan 70
artikel yang dimuat dalam media online. Hasil analisis konten menggunakan
Nvivo Ver. 12 berupa: 1) Word frequency query yang akan menunjukkan kansei
words berdasarkan frekuensi kata dari semua sumber data. 2) Tree map untuk
memvisualisasikan hierarki, artinya tree map dapat menggambarkan tingkatan
masing – masing kansei words. 3) cluster analysis untuk mengelompokkan objek
yang memiliki nilai atau karakteristik yang sama.
x
Berdasarkan word frequency query result ditemukan 58 kansei words
dengan critical themes yaitu: motif, citra, dan kain. Hal ini menunjukkan bahwa
redaksi atau penulis menganggap ketiga kata tersebut adalah karakter terpenting
dari batik besurek yang membedakannya dengan batik jenis lainnya. Dari hasil
tree map kansei words, batik besurek terdiri dari tiga general kansei yaitu motif
(KW1), citra (KW2), dan kain (KW3) dengan masing - masing frekuensi: 1590
(2,63%) , 1264 (2,09%), dan 1022 (1,69%) kalimat. Artinya banyak orang – orang
cenderung memilih batik besurek karena faktor motif, citra, dan kainnya. Dan dari
hasil analysis cluster, kansei words batik besurek dikelompokkan menjadi 9
cluster, yaitu: a) Cluster 1: Diakui, b) Cluster 2: Desain, c) Cluster 3: Citra, d)
Cluster 4: Ayat, e) Cluster 5: Islam, f) Cluster 6: Kaligrafi s, g) Cluster 7: Flora,
h) Cluster 8: Simbol, i) Cluster 9: Motif.
Berdasarkan semua hasil yang didapatkan, ditemukan bahwa batik besurek adalah
produk yang memiliki ciri khas. Karakter yang khas pada batik besurek tercermin
dari kansei words motif, citra, dan kain.
Saran yang diberikan peneliti pada perajin dan pelaku usaha batik besurek
dapat menitik beratkan pengembangan produk mereka pada aspek motif, citra, dan
kain agar produknya semakin diminati orang – orang. Perajin dan pelaku usaha
dapat mempertahankan ciri khas batik besurek yang menjadi preferensi utama
konsumen. Perajin dan pelaku usaha batik besurek dapat melakukan inovasi pada
aspek yang lain seperti pada aspek desain dan zat pewarna yang ramah lingkungan
dan menjadikan batik besurek sebagai eco-product yang bernilai ekonomi tinggi
sebagai salah satu solusi mengurangi dampak pencemaran.
Kata Kunci: Analisis Konten, Batik Besurek, Ciri Khas, Kansei Engineering.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Faculty of Economy > Department of Management |
| Depositing User: | 56 nanik rahmawati |
| Date Deposited: | 08 Nov 2025 18:23 |
| Last Modified: | 08 Nov 2025 18:23 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/31297 |

