PENGINTEGRASIAN SEKOLAH DASAR 210 DENGAN SEKOLAH DASAR 208 DI KABUPATEN BENGKULU UTARA

MANIK, YUNI RAHMADANI and Manap, Somantri and Sumarsih, Sumarsih (2020) PENGINTEGRASIAN SEKOLAH DASAR 210 DENGAN SEKOLAH DASAR 208 DI KABUPATEN BENGKULU UTARA. Masters thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of TESIS] Archive (TESIS)
YUNI R OKE.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (966kB)

Abstract

Keberasaan sekolah dasar negeri di beberapa daerah kondisinya sangat
mempritinkan karena kondisi bangunan yang rusak, sarana pendidikan sangat
tidak memadai, jumlah guru sangat kurang, jumlah siswa sangat sedikit tiap
kelasnya, lokasi jauh dari tempat tinggal masyarakat menyebabkan proses
penyelenggaraan pendidikan tidak efisien. Kondisi ini terjadi dengan Sekolah
dasar Negeri 210 dengan 208 di Kabupaten Utara. Oleh karena itu perlu adanya
kebijakan mpengintegrasian kedua sekolah menjadi satu sekolah agar lebih efektif
dan efisien. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka rumusan masalah
penelitaian ini adalah a) Bagaimanakah pelaksanaan kebijakan pengintegrasian
SDN 210 dengan SDN 208 di Kabupaten Bengkulu Utara?, b) Hambatan apa saja
dalam pelaksanaan kebijakan pengintegrasian SDN 210 dengan SDN 208 di
Kabupaten Bengkulu Utara?, c) Bagaimanakah strategi untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan pengintegrasian SDN 210 dengan SDN 208 di Kabupaten
Bengkulu Utara?
Sedangkan tujuan penelitian untuk mendiskripsikan: a) Pelaksanaan
pengintegrasian SDN 210 dengan SDN 208 di Kabupaten Bengkulu Utara, b)
Hambatan yang dialami dalam pelaksanaan kebijakan pengintegrasian SDN 210
dengan SDN 208 di Kabupaten Bengkulu Utara, c) Strategi untuk mengatasi
hambatan dalam pelaksanaan pengintegrasian SDN 210 dengan SDN 208 di
Kabupaten Bengkulu Utara.
Metode Penelitian
Metode penelitian menggunakan rancangan penelitian ini yang cocok
adalah menggunakan penelitian yang bersifat desktiptif kualitatif (descriptive
qualitative research) yaitu metode penelitian yang berusaha mengungkapkan dan
menginterprestasikan fenomena apa adanya tanpa mengadakan modifikasi objek
atau fokus penelitian. baiknya subyek penelitian peneliti adalah: kepala sekolah,
pengawas, guru-guru, orang tua siswa,pejabat diknas , Pengumpulan
menggunakan tehnik wawancara, observasi, tanya jawab dan dokementasi. .
Instrumen dikembangkan berangkat dari rumusan masalah yang akan diteliti,
kemudian ditentukan indikatornya berdasarkan landasan teori yang ada.
Kemudian data dianalisis dengan tehik interaktif model miles dan Huberman.
Hasil Penelitian dan Pembahasan
Hasil penelian menunjukkan: a) Pelaksanaan pengintegraian sekolah dasar
210 dengan sekolah dasar negeri 208 terjadi karena jumlah siswa yang sedikit pembejaran kurang efektif. Proses pengintegrasian terjadi atas kesepakatan pihak
PT Sandabi, pihak sekolah induk, tokoh masyarakat dan orang tua siswa serta di
pihak diknas,namun tidak dituangkan dalam bentuk dokumen berita acara.
Dengan berintegrasi ke sekolah induk sekolah dasar 210, maka semua aset baik
siswa, saarana prasarana sekolah, tenaga guru menjadi aset sekolah induk. Proses
pembelajaran Sekolah dasar 210 dilakukan pada 2 lokasi ada lokasi kelas induk
ada lokasi kelas jauh dengan jarak tempuh 15 km. Pembiayaan penyelenggaraan
pendidikan utama dari BOS, partisipasi masyarakat masih terbatas dalam
mendukung pengadaan fasilitas pembelajaran. b) Hambatan yang dialami sekolah
210 sebagai sekolah induk dengan terjadinya integrasi dengan sekolah dasar 208
antara lain: lokasi kelas mitra cukup juah yakni 15 km antara kelas induk dengan
kelas mi dengan kondisi jalan masih tanah, terjal, licin jika musim hujan, sehingga
guru sering terlambat datang dalam melaksanakan proses pembelajaran, proses
pembelajaran kurang didukung fasilitas yang memadai baik ruang, buku maupun
media pembelajaran, ruang kelas pembelajaran kondisinya rusak, biaya perawatan
gedung sekolah menjadi beban bagi sekolah induk, gaji guru honorer masih rendah
sehingga berdampak juga pada motivasi guru dalam melaksanakan tugas,
pengelolaan pembiayan menjadi lebih berat dan terjadi subsidi silang dengan
adanya penintegrasian dengan jumlah siswa sedikit. Hasil penelitian sesuai dengan
penelitian Ika Purwaningsih (2014) yang menyimpulkan bahwa penggabungan
sekolah dilakukan dengan memindahkan secara langsung seluruh komponen
sekolah ke sekolah induk dalam waktu bersamaan atau dengan penutupan sekolah secara berkala c) Strategi yang dilakukan oleh kepala sekolah dasar 210 dalam
mengatasi hambatan antar lain melakukan monitoring pelaksanaan proses
pembelajaran di kelas jauh 1 minggu sekali, untuk memastikan proses
pembelajaran berjalan dengan baik, sehingga jika ada permasalahan segera dapat
ditangani, berusaha menjalin kerjasama dengan orang tua siswa dan membentuk
komite sekolah dalam mencari dukungan pengadaan fasilitas sekolah,
mengajukan bantuan dari diknas tentang buku paket dan fasilitas lainnya,
mengajukan surat sebagai bentuk dokumen resmi adanya integrasi sekolah PT
Sandabi pada sekolah dasar 210 kepada diknas. Melibatkan siswa kelas jauh untuk
mengikuti perlombaan di kelas induk atau mewakili sekolah pada lomba tingkat
kecamatan. Hal ini sejalan dengan penelitian Rian Teguh Nugroho (2018)
dilakukannya penggabungan dua Sekolah Dasar Negeri Mijen 1 dan Mijen 2
menjadi SDN Mijen dapat meningkatan kualitas pendidikan dari segi guru, sarana
prasarana, bangunan untuk sekolah dasar yang diregroup, sehingga lebih efesien
dan efektif.
Simpulan
Dari hasil penelitian dan pembahasan pada BAB IV tentang kebijakan
pengintegrasian sekolah dasar 2010 dengan Sekolah Dasar 208 di Kabupaten
Bengkulu Utara dapat disimpulkan sebagai berikut: a. Pengintegraian sekolah
dasar 210 dengan sekolah dasar 208 dilaksanakan untuk kefektifitas dan efisiensi
penyelenggaraan pendidikan karena jumlah siswa dan guru sangat kurang, lokasi
sekolah dengan jauh jauh tempat tinggal penduduk, b. Hambatan yang dialamisekolah 210 sebagai sekolah induk dengan terjadinya integrasi dengan sekolah
dasar 208, lokasi kedua sekolah tersebut cukup juah yakni 15 km, dengan kondisi
jalan masih tanah, terjal, sarana pembelajaran kurang baik buku, maupun media
pembelajaran, gaji guru honorer rendah, motivasi guru menjagar kurang,
pembiayan pendidikan menjadi beban sekolah induk, c) Strategi mengatasi
hambatan yang dilakukan oleh kepala sekolah dasar 210 melakukan monitoring
untuk meastikan pelaksanaan proses pembelajaran di kelas jauh untuk
memastikan proses pembelajaran berjalan dengan baik, membentuk komite
sekolah, bekerjasama dengan orang tua siswa, mengajukan bantuan buku paket
dan fasilitas lainnya, melibatkan siswa kelas jauh mengikuti perlombaan di kelas
induk. Selanjutnya disarankan: a) Diknas Kabupaten Bengkulu Utara; untuk dapat
memberikan perhatian dengan bentuk pemberian tambahan ruang kelas pada
sekolah induk, sehingga terpenuhi satu rombol satu ruang kelas, memberikan
bantuan tenaga honorer sekolah menjadi tenaga honorer Pemda, agar ada
kesejahteraan pada guru, Menambah guru dengan status Pegawai Negeri Sipil
(PNS). Memberikan bantuan bes siswa pada guru yang masih berpendidikan SMA
dan diploma. b) Kepala sekolah dasar 210, terus melakukan berbagai strategi yang
ditempuh secara konsisten dengan memperkuat kerjasama dengan berbagai pihak
seperti PT.Sandabi, Diknas setempat, orang tua siswa untuk menggalang
kerjasama,bantuan peningkatan mutu sekolahnya.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Postgraduate Program > Master of Educational Administration
Depositing User: Septi, M.I.Kom
Date Deposited: 13 Nov 2025 04:13
Last Modified: 13 Nov 2025 04:30
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/31738

Actions (login required)

View Item
View Item

slot gacor terbaik

slot gacor terpercaya

Situs Resmi Bisawd

slot gacor 4d

Slot Terpercaya

Slot Gacor bet 200