Guita, Vriska Sandra and Emi, Agustina and Fina, Hiasa (2025) ANALISIS STRUKTUR CERITA-CERITA HUMOR ETNIK SERAWAI. Other thesis, Universitas Bengkulu.
A1A021034_VRISKA SANDRA GUITA_Skripsi - Vriska Sandra Guita (1).pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (3MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan menginventarisasikan cerita-cerita humor
masyarakat etnik Serawai, menganalisis struktur naratifnya dengan teori
morfologi Vladimir Propp, serta mengungkap motif dan fungsi sosial budayanya.
Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan
struktural. Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan rekaman,
kemudian ditranskripsikan, diterjemahkan, dan dianalisis secara struktural Hasil
penelitian menunjukkan bahwa tokoh dalam cerita humor etnik Serawai
didominasi oleh karakter polos, lugu, dan berpikir tidak logis yang menjadi
sumber utama kelucuan. Tema yang muncul umumnya berkaitan dengan
kehidupan sehari-hari masyarakat pedesaan, kesalahpahaman, kepolosan, dan
sindiran sosial terhadap perilaku malas, boros, atau tidak bertanggung jawab.
Ditemukan lima motif utama dalam sembilan cerita humor etnik Serawai, yaitu
(1) miskomunikasi atau salah tafsir, (2) keluguan tokoh, (3) keterbatasan ekonomi,
(4) sindiran sosial, dan (5) kekacauan kecil. Struktur naratif cerita humor etnik
Serawai tidak bersifat acak, melainkan mengikuti pola yang konsisten sesuai teori
Vladimir Propp. Dari tiga puluh satu (31) fungsi yang dikemukakan oleh Vladimir
Propp, hanya sembilan (9) fungsi yaitu kepergian/ketiadaan tokoh, larangan atau
perintah, pelanggaran, masalah atau kekurangan, kesadaran masalah, pertarungan
atau kesulitan, pengejaran, pengungkapan kesalahan atau kebodohan dan
hukuman atau penyadaran. fungsi yang muncul dalam cerita humor etnik Serawai
berbeda dari dongeng klasik yang menonjolkan heroisme, humor etnik Serawai
menampilkan tokoh yang gagal menghadapi persoalan sederhana sehingga
menimbulkan kelucuan dan refleksi sosial. Fungsi sosial dan budaya cerita humor
etnik Serawai tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat kritik sosial,
sarana pendidikan moral, dan media perekat sosial. Dengan demikian, cerita
humor etnik Serawai merupakan warisan budaya lisan yang merefleksikan
kearifan lokal dan identitas budaya masyarakat Serawai di Bengkulu Selatan.
Kata Kunci: humor, etnik Serawai, tokoh, tema, motif, struktur naratif, fungsi
sosial-budaya, Vladimir Propp
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Faculty of Education > Department of Indonesian Language and Literature Education |
| Depositing User: | Septi, M.I.Kom |
| Date Deposited: | 30 Jan 2026 08:01 |
| Last Modified: | 30 Jan 2026 08:01 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/31967 |

