NENGSIH, ANISA WAHYU and Welly, Darwis and Supriyadi, Supriyadi (2025) UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR YANG DIHASILKAN BAKTERI ASAM LAKTAT DARI TEPACHE KULIT NANAS TERHADAP JAMUR PERUSAK BAWANG MERAH. Other thesis, Universitas Bengkulu.
ANISA WAHYU NENGSIH (F1D021032).pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU LGPL (Software).
Download (4MB)
Abstract
Bawang merah (Allium cepa) merupakan komoditas hortikultura penting yang
rentan mengalami kerusakan selama penyimpanan akibat infeksi jamur patogen,
terutama dari genus Aspergillus. Infeksi ini tidak hanya menurunkan mutu dan
kuantitas hasil, tetapi juga menghasilkan mikotoksin berbahaya bagi kesehatan
manusia. Penggunaan fungisida kimia sebagai pengendali utama seringkali
menimbulkan dampak negatif seperti resistensi patogen, akumulasi residu beracun,
serta pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian
yang lebih aman, salah satunya melalui agen biokontrol seperti BAL. Penelitian ini
bertujuan untuk mendapatkan bakteri asam laktat yang memiliki aktivitas antijamur
terhadap jamur perusak bawang merah dan untuk melihat potensi bakteri asam laktat
sebagai penghambat pertumbuhan jamur perusak pada bawang merah. Pengujian
dilakukan melalui uji antagonis langsung, uji aktivitas supernatan, dan uji aktivitas
pelet BAL menggunakan metode difusi cakram pada media PDA. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa dari 50 isolat BAL, sebanyak 17 isolat menunjukkan aktivitas
penghambatan terhadap pertumbuhan jamur uji. Aktivitas hambatan tertinggi dicapai
oleh isolat TNK 17 terhadap A. niger dengan daya hambat kategori sedang (28,36%).
Daya hambat tertinggi pada uji aktivitas antijamur menggunakan supernatan dicapai
oleh isolat TNK 7 terhadap A.sydowii dengan daya hambat kategori sedang (36,25%),
dan aktivitas tertinggi pada uji aktivitas antijamur menggunakan pelet dicapai oleh
isolat TNBU 26 terhadap A.niger dengan daya hambat kategori sedang (36,12%).
Sebagian besar isolat lainnya (14 isolat pada uji menggunakan supernatant dan 12
isolat pada uji menggunakan pelet) menunjukkan daya hambat kategori rendah.
Aktivitas antijamur dipengaruhi oleh senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan
BAL seperti asam laktat, asam asetat, bakt`eriosin, dan hidrogen peroksida.
Pengamatan mikroskopis menunjukkan adanya struktur hifa jamur yang abnormal
pada daerah hambatan. Berdasarkan hasil penelitian, BAL dari fermentasi tepache
kulit nanas memiliki potensi sebagai agen biokontrol alami terhadap jamur perusak
bawang merah dan berpeluang dikembangkan sebagai alternatif pengganti fungisida
kimia.
Kata kunci: Antijamur, Aspergillus, Bakteri Asam Laktat, Bawang Merah, Tepache
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions: | Faculty of Math & Natural Science > Department of Biology Science |
| Depositing User: | Oka Ariani S.IPust |
| Date Deposited: | 05 Feb 2026 01:48 |
| Last Modified: | 05 Feb 2026 01:48 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32065 |

