Setiabudi, F. Agung and M Mustopa, Romdhon and Reflis, Reflis (2025) ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA USAHA TERNAK SAPI POTONG (STUDI KASUS: PADA PETERNAKAN THAMRIN HS KECAMATAN SELEBAR KOTA BENGKULU). Other thesis, Universitas Bengkulu.
F. AGUNG SETIABUDI-SKRIPSI-BEBAS LAB-1 - Fransiskus Agung.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (2MB)
Abstract
Peningkatan jumlah penduduk Indonesia mendorong kebutuhan akan protein
hewani, di mana usaha ternak sapi potong berperan penting dalam pemenuhannya.
Meskipun kontribusi subsektor peternakan terhadap PDB masih rendah, potensinya besar
karena sifat usaha yang fleksibel dan mampu menciptakan lapangan kerja. Kota Bengkulu
memiliki potensi tinggi dalam pengembangan peternakan sapi potong, salah satunya
Peternakan Thamrin HS yang aktif dalam penggemukan dan pengembangbiakan sapi.
Namun, peternakan ini menghadapi berbagai risiko internal dan eksternal, termasuk risiko
sosial akibat lokasi yang kini dikelilingi pemukiman. Oleh karena itu, diperlukan
manajemen risiko yang tepat guna menjaga keberlangsungan dan keuntungan usaha.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis risiko yang ada serta menganalisis
penerapan manajemen risiko di Peternakan Thamrin HS. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi berbagai risiko yang terjadi dalam usaha ternak sapi potong Thamrin
HS, termasuk di dalamnya risiko yang berasal dari faktor internal maupun eksternal.
Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui risiko-risiko yang paling
berpengaruh terhadap kelangsungan usaha, baik dari segi produksi, ekonomi, sosial,
kesehatan ternak, maupun lingkungan. Selanjutnya, penelitian ini menganalisis
bagaimana bentuk manajemen risiko yang diterapkan oleh Peternakan Thamrin HS dalam
menghadapi dan mengendalikan berbagai risiko tersebut.
Penelitian ini dilakukan secara purposive di Peternakan Thamrin HS, Kota
Bengkulu, pada September 2024 hingga Mei 2025, dengan pendekatan studi kasus.
Informan utama adalah pemilik peternakan dan warga sekitar, dipilih berdasarkan jarak
250 meter dari kandang sesuai ketentuan SK Dirjen Peternakan No. 776 Tahun 1982.
Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, mencakup data
primer dan sekunder. Analisis data meliputi tiga tahap: identifikasi risiko menggunakan
metode deskriptif berdasarkan enam indikator, analisis risiko berpengaruh menggunakan
FMEA dan RPN, serta analisis manajemen risiko secara kualitatif mengikuti tahapan
reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan.
Risiko-risiko yang diidentifikasi dalam peternakan ini terbagi menjadi enam
kategori, yaitu risiko produksi, ekonomi, sosial, kesehatan, lembaga, dan lingkungan.
Ditemukannya 12 bentuk risiko yaitu keterbatasan teknologi, kelangkaan pakan
tambahan, kepadatan kandang, kekurangan pakan tambahan, kerusakan alat, kenaikan
harga pedet, kekurangan modal, kenaikan biaya pakan tambahan, laporan warga,
vaksinasi mandiri, sapi stress dan sapi keseleo. Berdasarkan hasil perhitungan dengan
metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) dan dibantu dari penilaian Risk Priority
Number (RPN) didapatkan hasil bahwa kenaikan biaya pakan tambahan menjadi risiko
dengan nilai 96 yang artinya peringkat risiko tertinggi dibanding risiko lainnya, sehingga
prioritas dalam usaha penanganan risiko. Manajemen risiko yang dilakukan pemilik
Peternakan Thamrin HS dilakukan secara preventif yaitu melakukan pencegahan dan
penanganan supaya mengurangi kemunculan risiko dan dampaknya.
Kata Kunci : Ternak Sapi Potong, Analisis Manajemen Risiko, Risiko Produksi, Risiko
Ekonomi, Risiko Sosial, Risiko Kesehatan, Failure Mode Effect Analysis.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Faculty of Agriculture > Department of Agribusiness |
| Depositing User: | Sugiarti, S.IPust |
| Date Deposited: | 05 Feb 2026 02:35 |
| Last Modified: | 05 Feb 2026 02:35 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32077 |

