Wiranti, Putri and Merakati, Handajaningsih and Usman, Siswanto (2025) ANALISIS PERTUMBUHAN KAILAN (Brassica oleracea L. var. alboglabra) PADA KONDISI CEKAMAN AIR. Other thesis, Universitas Bengkulu.
SKRIPSI PTR WIRANTI_E1J020067 ver FIX UP - Putri Wiranti.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (2MB)
Abstract
Kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) adalah sayuran bernilai
ekonomi tinggi yang berpotensi dikembangkan di Indonesia, namun rentan
terhadap cekaman air karena sistem perakarannya dangkal. Perubahan iklim yang
menyebabkan curah hujan tidak menentu, meningkatnya hari kering, dan kenaikan
suhu berdampak pada menurunnya ketersediaan air irigasi serta produksi
hortikultura. Cekaman air, khususnya kekeringan, dapat menghambat pertumbuhan
kailan melalui penurunan luas daun, biomassa, dan efisiensi fotosintesis. Oleh
karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan kailan di
bawah kondisi cekaman air guna mengetahui batas toleransinya terhadap
kekeringan.
Penelitian dilaksanakan di rumah kaca yang berlokasi di Kelurahan
Bentiring Permai, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu dengan
ketinggian tempat ±10 mdpl. Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak
Lengkap (RAL) satu faktor dengan empat taraf kapasitas lapang (KL), yaitu 100%,
80%, 60%, dan 40% dan tiga ulangan, masing-masing terdiri atas delapan tanaman,
sehingga diperoleh 96 satuan percobaan. Tahapan penelitian meliputi penentuan
kapasitas lapang, persiapan media, penyemaian, penanaman, pemeliharaan,
penyulaman, serta pengendalian OPT. Pengamatan variabel tanaman dilakukan
setiap 5 hari, dengan analisis pertumbuhan menggunakan metode destruktif pada
interval yang sama.
Berdasarkan hasil penelitian, pertumbuhan kailan sangat dipengaruhi oleh
ketersediaan air, dengan perlakuan 100% kapasitas lapang secara konsisten
menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, serta laju
pertumbuhan absolut akar, batang, dan daun yang lebih optimal dibanding
perlakuan cekaman. Cekaman sedang, 60–80% KL masih memungkinkan
pertumbuhan relatif normal melalui mekanisme adaptasi fisiologis, meskipun
pertumbuhan melambat seiring waktu. Pada cekaman berat 40% KL, pertumbuhan
tinggi, jumlah daun, serta akumulasi biomassa terhambat signifikan, menandakan
keterbatasan toleransi fisiologis tanaman. Secara umum, hasil menunjukkan bahwa
cekaman air lebih berdampak pada parameter pertumbuhan absolut dibanding
relatif, dengan akar cenderung menunjukkan respons ada ptif lebih awal. Hal ini
menegaskan pentingnya ketersediaan air optimal bagi pertumbuhan kailan,
sekaligus memberikan gambaran batas toleransi tanaman terhadap defisit air.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Faculty of Agriculture > Department of Agroecotechnology |
| Depositing User: | Sugiarti, S.IPust |
| Date Deposited: | 05 Feb 2026 03:46 |
| Last Modified: | 05 Feb 2026 03:46 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32103 |

