Banjarnahor, Kristina Helen and Putranto, BAN and Mela, Faradika (2025) PENGARUH DIAMETER BATANG DAN KOMPOSISI STIMULAN ASAM SULFAT (H2SO4) DAN ASAM NITRAT (HNO3) TERHADAP PRODUKTIVITAS GETAH PINUS (Pinus Merkusii JUNGH ET DE VRIESE). Other thesis, Universitas Bengkulu.
KRISTINA HELEN BANJARNAHOR_E1B021039_SKRIPSI - Kristina Helen Banjarnahor.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (6MB)
Abstract
Getah pinus (Pinus merkusii Jungh et de Vriese) merupakan Hasil Hutan Bukan Kayu
(HHBK) yang bernilai ekonomi tinggi bagi berbagai industri. Namun, potensi produksi getah
di Indonesia khususnya di Desa Parsingguran 1, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang
Hasundutan belum dimanfaatkan secara optimal, seringkali karena aplikasi stimulan kimia
yang tidak tepat dapat merusak pohon dan mengurangi efektivitas penyadapan. Studi ini
bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh diameter batang pohon dan komposisi
stimulan asam sulfat (H₂SO₄) dan asam nitrat (HNO₃) memengaruhi jumlah getah yang
dihasilkan, serta untuk menganalisis interaksi antara kedua faktor tersebut.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2025 di Desa Parsingguran 1, Kecamatan
Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, menggunakan metode
penyadapan kopral (rill). Desain penelitian yang diterapkan adalah Rancangan Acak
Kelompok (RAK) faktorial dengan dua variabel utama: diameter batang Pinus merkusii (D1:
25-30 cm, D2: 31-35 cm, D3: 36-40 cm, D4: 41-45 cm) dan komposisi stimulan asam (K1:
Kontrol, K2: H₂SO₄ 10% + HNO₃ 10%, K3: H₂SO₄ 20% + HNO₃ 10%, K4: H₂SO₄ 30% +
HNO₃ 10%). Sebanyak 48 sampel diuji, yang berasal dari 16 kombinasi perlakuan yang
masing-masing diulang tiga kali. Pengukuran yang dilakukan meliputi berat getah awal,
berat getah bersih, produktivitas harian, berat getah setelah pengeringan oven, serta penilaian
kualitas getah (kadar air, kadar kotoran, dan warna) sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI)
7837:2016. Data dianalisis menggunakan ANOVA dua arah dan apabila berbeda nyata,
dilanjutkan dengan uji Tukey untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter batang berpengaruh signifikan
terhadap produktivitas getah. Pohon dengan diameter terbesar 41–45 cm (D4) menghasilkan
getah paling banyak. Hal ini disebabkan oleh jaringan saluran resin yang lebih luas dan
volume kayu gubal yang lebih besar pada pohon berdiameter besar. Komposisi stimulan juga
sangat berpengaruh. Campuran H₂SO₄ 30% dan HNO₃ 10% (K4) menghasilkan jumlah getah
tertinggi dibandingkan perlakuan lain, termasuk perlakuan tanpa stimulan (kontrol).
Terdapat interaksi yang signifikan antara diameter batang dan komposisi stimulan terhadap
produktivitas getah. Pohon dengan diameter yang lebih besar menunjukkan respons yang
lebih optimal terhadap aplikasi stimulan kimia, khususnya pada perlakuan H₂SO₄ 30% +
HNO₃ 10%, sehingga mampu menghasilkan getah dalam jumlah yang lebih tinggi.
Sedangkan untuk kualitas getah, secara umum penggunaan stimulan kimia
cenderung mengurangi kadar air getah dibandingkan tanpa stimulan, meskipun perbedaan
antar perlakuan stimulan tidak signifikan. Diameter batang tidak memiliki dampak
signifikan terhadap kadar air. Pemberian stimulan, khususnya kombinasi H₂SO₄ 30% +
HNO₃ 10%, terbukti efektif dalam menurunkan kadar kotoran pada getah. Diameter batang
tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kadar kotoran. Mayoritas getah yang
diperoleh berwarna putih, dan Penggunaan stimulan cenderung menghasilkan warna lebih
jernih. Diameter tidak berpengaruh signifikan terhadap warna getah, warna lebih
dipengaruhi faktor fisiologis & kebersihan penyadapan (Coppen & Hone, 1995).
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions: | Faculty of Agriculture > Department of Forestry |
| Depositing User: | Sugiarti, S.IPust |
| Date Deposited: | 06 Feb 2026 07:53 |
| Last Modified: | 06 Feb 2026 07:53 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32135 |

