Silfiani, Anisa and Putranto, BAN and Maria, Paulina (2025) PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS INOKULUM FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DAN JENIS MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI GAHARU (Aquilaria malaccensisLamk.). Other thesis, Universitas Bengkulu.
Scan - Skripsi Anisa Silfiani- E1B018044 - Anisa Silfiani.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (2MB)
Abstract
Gaharu merupakan hasil hutan bukan kayu yang berupa gubal dan memiliki nilai
ekonomis yang sangat baik. Nilai ekonomis tersebut menyebabkan meningkatnya eksploitasi
tanaman gaharu di alam sehingga perlu dilakukan konservasi. Pohon gaharu memiliki
potensi dibudidayakan pada area terbuka dan lahan marginal seperti lahan bekas tambang
batubara. Akan tetapi potensi tersebut memiliki banyak faktor pembatas seperti kandungan
hara yang tergolong rendah dan struktur tanah bekas tambang kurang optimal untuk
budidaya tanaman. Dalam rangka meminimalisir faktor-faktor tersebut teknologi pembibitan
yang tepat seperti memanfaatkan asosiasi tanaman dengan FMA. Pemberian FMA dalam
fase pembibitan diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, mempertinggi daya
hidup dan menstabilkan bibit yang baru dipindahkan ke lapangan
Penelitian ini dilaksanakan mulai dari November 2022 hingga Mei 2023 di
Laboratorium Jurusan Kehutanan, Universitas Bengkulu. Penelitian ini menggunakan
rancangan acak lengkap dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu dosis FMA yang terdiri dari
A0 = 0 g, A2 = 2 g, A3 = 4 g, dan A4 = 6 g, sedangkan faktor kedua terdiri dari, B1 = tanah
topsoil ultisol, dan B2 = tanah bekas tambang batubara. Data hasil pengamatan diuji
menggunakan uji-t pada taraf 5%, dilanjutkan dengan uji perbandingan manual antar
perlakuan untuk mendapatkan notasi perbedaan yang signifikan.
Pemberian dosis FMA secara keseluruhan dapat meningkatkan pertumbuhan semai
gaharu pada kedua media tanam jika dibandingkan dengan kontrol, tetapi perbandingan antar
perlakuan belum menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Semai gaharu dengan
perlakuan FMA 6 gram (A3) dengan media tanam topsoil ultisol (B1) menghasilkan tinggi,
diameter, indeks mutu bibit, berat kering tajuk, dan berat kering total semai gaharu yang
lebih baik dibandingkan dengan dosis FMA 0 gram, 2 gram, dan 4 gram. Semai gaharu
dengan perlakuan FMA 4 gram (A2) dengan media tanam tanah bekas tambang (B2)
menghasilkan tinggi dan diameter semai gaharu paling baik jika dibandingkan dengan
kontrol.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions: | Faculty of Agriculture > Department of Forestry |
| Depositing User: | Sugiarti, S.IPust |
| Date Deposited: | 06 Feb 2026 08:04 |
| Last Modified: | 06 Feb 2026 08:04 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32137 |

