STUDI KOMPARATIF PERUBAHAN GARIS PANTAI DENGAN DIGITAL SHORELINE ANALYSIS SYSTEM DAN QGIS SHORELINE CHANGE ANALYSIS TOOLS DI KOTA BENGKULU

Zulmansyah, Zulmansyah and Ayub, Sugara and Akbar, Abdurahman Mahfidz (2025) STUDI KOMPARATIF PERUBAHAN GARIS PANTAI DENGAN DIGITAL SHORELINE ANALYSIS SYSTEM DAN QGIS SHORELINE CHANGE ANALYSIS TOOLS DI KOTA BENGKULU. Other thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Archive (Thesis)
skripsi zulman_compressed - zulman s.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (3MB)

Abstract

Perubahan garis pantai merupakan fenomena dinamis yang dipengaruhi oleh
interaksi antara faktor hidrooseanografi dan aktivitas antropogenik. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis perubahan garis pantai di wilayah pesisir Kota Bengkulu secara
komparatif dengan menggunakan dua metode geospasial, yaitu Digital Shoreline Analysis
System (DSAS) dan QGIS Shoreline Change Analysis Tools (QSCAT). Analisis dilakukan
terhadap citra Sentinel-2A selama rentang waktu sepuluh tahun terakhir, dengan
pendekatan segmental pada empat zona pesisir utama. Ekstraksi garis pantai dilakukan
menggunakan indeks Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI), yang
kemudian dilanjutkan dengan perhitungan parameter Net Shoreline Movement (NSM) dan
End Point Rate (EPR) pada masing-masing metode dan konfigurasi transek. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa perubahan garis pantai di Kota Bengkulu bersifat fluktuatif. Akresi paling signifikan terjadi di sekitar kawasan TPI Tapak Paderi, sementara abrasi
paling intensif teridentifikasi di Muara Kualo dan kawasan Pelabuhan Pulau Baai, khususnya di sekitar Pantai Lentera Merah. Secara umum, akresi mendominasi pada
interval 2017–2019 dan 2021–2023, sedangkan abrasi lebih menonjol pada periode 2019–
2021 dan 2023–2025. Nilai rata-rata NSM berkisar antara –33,82 hingga 35,05 meter, sedangkan EPR berada dalam rentang –16,48 hingga 19,37 meter/tahun. Uji statistik
ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antar konfigurasi metode dan
transek (p > 0,05), meskipun konfigurasi QSCAT–DSAS menghasilkan deviasi hasil yang
lebih tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa baik DSAS maupun QSCAT dapat
digunakan secara komplementer dalam studi perubahan garis pantai, dengan
mempertimbangkan kesesuaian struktur transek dan karakteristik morfologi lokal. Kata kunci: Perubahan garis pantai, DSAS, QSCAT, Sentinel-2A, Kota Bengkulu, NSM, EPR

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Marine Science
Depositing User: Sugiarti, S.IPust
Date Deposited: 09 Feb 2026 04:56
Last Modified: 09 Feb 2026 04:56
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32191

Actions (login required)

View Item
View Item

slot gacor terbaik

slot gacor terpercaya

Situs Resmi Bisawd

slot gacor 4d

Slot Terpercaya

Slot Gacor bet 200