SURVEI DAN DETEKSI MUNGBEAN YELLOW MOSAIC INDIA VIRUS PADA TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna unguiculata) DI KOTA BENGKULU

Ahmad, Faqih and Mimi, Sutrawati and Hendri, Bustamam (2025) SURVEI DAN DETEKSI MUNGBEAN YELLOW MOSAIC INDIA VIRUS PADA TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna unguiculata) DI KOTA BENGKULU. Other thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Archive (Thesis)
5 NOV 2025 - DRAFT SIDANG SKRIPSI FAQIH- untuk perpus (1) - Adinda Permata Putri.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Kacang panjang (Vigna unguiculata) adalah tanaman dikotil yang memiliki akar tunggang,
daunnya menyirip dan banyak diminati karena kandungan gizi serta harganya terjangkau. Hama dan
penyakit merupakan salah satu kendala dalam produksi kacang panjang. Produksi kacang panjang
dapat terhambat karena penyakit mosaik kuning pada tanaman yang berpotensi menyebabkan
kerugian. Penyebab penyakit mosaik kuning pada kacang panjang adalah Mungbean Yellow Mosaic
India Virus (MYMIV). MYMIV pertama kali dilaporkan di Indonesia tepatnya di Jawa pada tahun
2008 dan menyebar di daerah lain termasuk Sumatera, Musi rawas dilaporkan pada 2024. Patogen ini
ditularkan oleh kutu kebul (Bemisia tabaci). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data insidensi
dan deteksi penyakit mosaik kuning di Kota Bengkulu. Penelitian ini telah dilaksanakan dari Agustus
2024 hingga September 2025, diawali dengan survei lapangan di 3 kecamatan ( Muara Bangkahulu,
Selebar, Kampung Melayu) dengan total pengambilan sebanyak 24 sampel untuk dilakukan deteksi.
Pengamatan meliputi gejala, insidensi, keparahan penyakit, kemudian dilanjutkan dengan deteksi
MYMIV pada sampel daun menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan primer
spesifik MYMIV MYR/MYF yang menargetkan gen amplikon dengan panjang ±1000 bp, dari 24
csampel yang di deteksi sebanyak 8 sampel menunjukan hasil positif. Insidensi penyakit tanaman
kacang panjang yang paling tinggi mencapai 63,3% terdapat di Kecamatan Muara Bangkahulu.
Insidensi yang terendah di kecamatan Kampung Melayu hanya mencapai 40%. Tingkat keparahan
penyakit tanaman kacang panjang yang paling tinggi terdapat di daerah Pematang Gubernur
Kecamatan Muara Bangkahulu mencapai 60%, selanjutnya diikuti oleh daerah Bumi Ayu Kecamatan
Selebar mencapai 47%. Tingkat keparahan penyakit kacang panjang terendah terdapat di daerah
Sumber Jaya kecamatan Kampung Melayu yaitu 42%.
Kata Kunci: MYMIV, Insidensi, Keparahan, Polymerase Chain Reaction

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Plant Protection
Depositing User: Sugiarti, S.IPust
Date Deposited: 10 Feb 2026 01:30
Last Modified: 10 Feb 2026 01:30
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32206

Actions (login required)

View Item
View Item

slot gacor terbaik

slot gacor terpercaya

Situs Resmi Bisawd

slot gacor 4d

Slot Terpercaya

Slot Gacor bet 200