STRUKTUR KOMUNITAS FAUNA SERASAH DAN HUBUNGANNYA DENGAN LAJU DEKOMPOSISI SERASAH PERKEBUNAN KARET (Hevea brasiliensis ) STRATA UMUR BERBEDA DI BENGKULU

SHAFIRA, LIA and Darmi, Darmi and Rizwar, Rizwar (2025) STRUKTUR KOMUNITAS FAUNA SERASAH DAN HUBUNGANNYA DENGAN LAJU DEKOMPOSISI SERASAH PERKEBUNAN KARET (Hevea brasiliensis ) STRATA UMUR BERBEDA DI BENGKULU. Masters thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Archive (Thesis)
TESIS LIA SHAFIRA (F2D022002) Biologi.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (5MB)

Abstract

Fauna serasah didefinisikan sebagai komunitas fauna yang hidup di dalam
tumpukan bahan organik seperti daun-daun gugur atau serasah di permukaan
tanah. Konversi ekosistem alami menjadi lahan produksi menyebabkan
terganggunya stabilitas biotik, termasuk fauna serasah. Penelitian ini bertujuan
menganalisis struktur komunitas fauna serasah di perkebunan karet strata umur
berbeda, laju dekomposisi serasah dan faktor yang mempengaruhinya serta
hubungan struktur komunitas fauna serasah dengan laju dekomposisi serasah.
Lokasi penelitian ditentukan menggunakan metode stratified sampling
berdasarkan perbedaan umur tanaman karet, yaitu 23 tahun dan 11 tahun. Data
laju dekomposisi diperoleh melalui media berupa litterbag, metode ekstraksi
corong Barlese-Tullgren untuk identifikasi fauna serasah. Ekstraksi fauna serasah
dilakukan menggunakan corong Barlese-Tullgren, dengan cara memasukkan
litterbag berisi serasah ke dalam corong yang disinari lampu bohlam 15 watt.
Bagian bawah corong diberi botol berisi larutan asam pikrat jenuh sebagai fiksatif
untuk mengawetkan fauna serasah. Analisis data meliputi kepadatan (K),
kepadatan relatif (KR), frekuensi (F), frekuensi relatif (FR), indeks
keanekaragaman (H’), indeks dominansi (D), indeks kemerataan (J’), dan indeks
nilai penting (INP). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 18 jenis fauna serasah
dari kedua lokasi. Perkebunan karet umur 11 tahun ditemukan 16 jenis, sedangkan
pada kebun karet 23 tahun ditemukan 9 jenis. Perkebunan karet 11 tahun memiliki
kepadatan fauna serasah lebih tinggi (4,02 individu/litterbag) dibandingkan
dengan kebun karet 23 tahun (2,29 individu/litterbag). Indeks keanekaragaman
pada kebun karet 11 tahun lebih rendah (H’ = 1,52) dibandingkan dengan umur 23
tahun (H’ = 1,79). Indeks dominansi pada kebun karet 11 tahun lebih tinggi (D =
0,45) dibandingkan 23 tahun (D = 0,18). Perkebunan karet 11 tahun memiliki laju
dekomposisi (LD = 1,13 gr/minggu) lebih cepat dari karet 23 tahun. INP tertinggi
pada kebun karet 11 tahun adalah Solenopsis sp. (81,56%), sedangkan pada 23
tahun Blatta sp. (56,17%). Pada kebun 23 tahun terdapat hubungan positif
signifikan antara laju dekomposisi dengan kepadatan, keanekaragaman, dan
jumlah jenis fauna serasah. Studi ini menegaskan bahwa perbedaan umur kebun
karet berperan dalam mendukung pertanian berkelanjutan melalui peningkatan
kesuburan tanah dan keanekaragaman hayati.
Kata kunci: fauna serasah, perkebunan karet, serasah, Barlese-Tullgren,
litterbag

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Postgraduate Program > Master of Biology Program
Depositing User: Oka Ariani S.IPust
Date Deposited: 10 Feb 2026 07:04
Last Modified: 10 Feb 2026 07:04
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32269

Actions (login required)

View Item
View Item

slot gacor terbaik

slot gacor terpercaya

Situs Resmi Bisawd

slot gacor 4d

Slot Terpercaya

Slot Gacor bet 200