Prapto, Rommy Hikmawan and Yuwana, Yuwana and Ulfah, Anis (2025) IDENTIFIKASI KUALITAS TEH HERBAL DAUN KERSEN BERDASARKAN POSISI DAUN PADA TANGKAI. Other thesis, Universitas Bengkulu.
Maret1125_E1G021039_Rommy Hikmawan Prapto_DS[1] (3) - Rommy Hikmawan Prapto.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (1MB)
Abstract
Teh umumnya berasal dari Camellia sinensis, namun dapat pula dibuat dari
berbagai tumbuhan obat, termasuk daun kersen (Muntingia calabura), yang kaya senyawa
bioaktif seperti flavonoid, saponin, dan tanin dengan efek antipiretik, antibakteri,
antiinflamasi, analgetik, dan antioksidan. Kualitas teh herbal tidak hanya dipengaruhi oleh
proses pengolahan, tetapi juga oleh bagian daun yang digunakan, di mana pucuk atau
kuncup daun umumnya menghasilkan mutu terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh posisi daun pada tangkai terhadap karakteristik fisik, kimia serta
organoleptik teh herbal daun kersen dan menentukan posisi daun yang memiliki kualitas
terbaik dan mengklasifikasikan bagian daun yang layak maupun tidak layak untuk diolah
menjadi teh herbal.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yaitu
posisi daun kersen pada tangkai, dengan lima taraf perlakuan: kuncup daun (P1), daun ke-
1–3 (P2), daun ke-4–6 (P3), daun ke-7–9 (P4), dan daun ke-10–12 (P5). Seluruh perlakuan
dikeringkan secara bersamaan menggunakan alat pengering YSD UNIB 12. Data kadar air,
warna, kadar abu, flavonoid, dan tanin dianalisis menggunakan ANOVA pada SPSS 26.0,
dan jika terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5% (α = 0,05).
Analisis data organoleptik dilakukan menggunakan metode nonparametrik dengan uji
Friedman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi daun pada tangkai berpengaruh nyata
terhadap beberapa sifat fisik, kimia, dan organoleptik teh herbal daun kersen. Pengaruh
nyata ditemukan pada kadar air, beberapa parameter warna (Lightness, a*, b*, Chroma,
dan Hue Angle air seduhan), kadar abu, flavonoid, tanin, serta atribut warna dan rasa pada
uji organoleptik. Secara keseluruhan, kuncup daun menghasilkan kualitas terbaik. Daun
posisi ke-1 hingga ke-9 masih layak diolah menjadi teh herbal, sedangkan daun posisi ke-
10 hingga ke-12 menunjukkan penurunan mutu dan tidak direkomendasikan untuk
produksi.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Faculty of Agriculture > Department of Industrial Technology of Agriculture |
| Depositing User: | Sugiarti, S.IPust |
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 01:51 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 01:51 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32299 |

