STUDI KOMPARATIF EFEKTIVITAS PENYELESAIAN SENGKETA PERDATA MELALUI MEDIASI DI PENGADILAN NEGERI INDONESIA DENGAN PENGADILAN NEGERI DI TIONGKOK

Maulana, Pensi Ega Saputra and Widya, N. Rosari and Ganefi, Ganefi (2025) STUDI KOMPARATIF EFEKTIVITAS PENYELESAIAN SENGKETA PERDATA MELALUI MEDIASI DI PENGADILAN NEGERI INDONESIA DENGAN PENGADILAN NEGERI DI TIONGKOK. Other thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Text (Thesis)
(Maulana Pensi Ega Saputra_STUDI KOMPARATIF MEDIASI INDONESIA DG TIONGKOK)[1] - Ega Maulana.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Sistem peradilan menghadapi tantangan penumpukan perkara dan
lambatnya penyelesaian sengketa. Mediasi menjadi solusi alternatif yang diakui
internasional melalui Piagam PBB Pasal 33 ayat (1). Tingkat keberhasilan mediasi
perdata Indonesia hanya mencapai 4,08% pada tahun 2024, sangat kontras dengan
Tiongkok yang mencapai 72,27%. Penelitian normatif komparatif ini menganalisis
perbedaan pengaturan mediasi di Pengadilan Negeri kedua negara. Indonesia
menerapkan pendekatan mandatory mediation melalui PERMA No. 1/2016 dengan
proses maksimal 60 hari dan sanksi tegas bagi ketidakhadiran. Tiongkok
mengadopsi voluntary mediation berdasarkan Hukum Acara Perdata 2023 yang
dapat dilakukan pada berbagai tahap persidangan dengan dukungan teknologi
online terpadu. Perbedaan efektivitas disebabkan faktor budaya dan kapasitas
mediator. Masyarakat Tiongkok menghindari litigasi dengan mengutamakan
harmoni sosial berbasis filosofi Konfusianisme, berbeda dengan Indonesia yang
lebih memilih prinsip win-lose di pengadilan meskipun memiliki tradisi
musyawarah mufakat. Disparitas kapasitas mediator sangat signifikan dengan
Tiongkok memiliki 3,18 juta mediator terdaftar, sementara Indonesia hanya
memiliki 356 mediator hakim dan 39 mediator non-hakim dari 34 Pengadilan
Negeri. Kombinasi budaya hukum dan keterbatasan mediator menghasilkan
keberhasilan mediasi Indonesia yang stagnan pada 3-4 persen, menunjukkan
perlunya reformasi struktural dan kultural dalam sistem mediasi nasional.
Kata kunci: mediasi, Pengadilan Negeri, Indonesia, Tiongkok, mandatory
mediation, voluntary mediation, PERMA, efektivitas,
perbandingan hukum

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Journal
Depositing User: Irma Rohayu, S.IPust
Date Deposited: 27 Feb 2026 06:41
Last Modified: 27 Feb 2026 06:41
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32514

Actions (login required)

View Item
View Item

slot gacor terbaik

slot gacor terpercaya

Situs Resmi Bisawd

slot gacor 4d

Slot Terpercaya

Slot Gacor bet 200