Muhammad, Rifkhy Wardhana and Herlambang, Herlambang and Helda, Rahmasary (2025) PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU TINDAK PIDANA PATHOLOGICAL GAMBLING DITINJAU BERDASARKAN HUKUM PIDANA INDONESIA. Other thesis, Universitas Bengkulu.
Muhammad Rifkhy wardhana_B1A019269 - - Muhammad Rifkhy wardhana.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (2MB)
Abstract
Fenomena pathological gambling merupakan bentuk gangguan mental
yang ditandai dengan ketidakmampuan seseorang mengendalikan dorongan
untuk berjudi(Control Implusife Disorder), meskipun mengetahui dampak
negatif yang ditimbulkannya. Dalam konteks hukum pidana Indonesia, kondisi
tersebut menimbulkan permasalahan mengenai pertanggungjawaban pidana
pelaku, mengingat asas fundamental dalam hukum pidana adalah tiada pidana
tanpa kesalahan. Pelaku dengan pathological gambling pada dasarnya memiliki
gangguan pengendalian impuls yang dapat memengaruhi kemampuan
bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan
pendekatan perundang-undangan dan perbandingan hukum. Data yang
digunakan berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis
secara kualitatif. Fokus penelitian diarahkan pada analisis yuridis terhadap
pertanggungjawaban pidana pelaku tindak pidana pathological gambling
menurut hukum pidana Indonesia serta relevansi penerapan rehabilitasi sebagai
alternatif pemidanaan. Selain itu, dilakukan pula studi perbandingan dengan
sistem hukum negara bagian Nevada, Amerika Serikat, yang telah
mengembangkan program rehabilitasi khusus bagi pelaku dengan gangguan
berjudi. Hasil penelitian bahwa Pertanggungjawaban pidana pelaku
Pathological Gambling bersifat relatif, tergantung pada sejauh mana gangguan
kejiwaan yang di alami mempengaruhi kesadaran dan kemampuan
mengendalikan diri,Jika gangguan jiwa meniadakan kemampuan
bertangguangjawab, maka menurut pasal 44 KUHP pelaku tidak dapat dipidana,
tetapi dapat dijatuhkan tindakan rehabilitasi. Pendekatan sistem hukum Nevada,
Amerika Serikat, menunjukkan pendekatan yang lebih progresif dan manusiawi.
Melalui pembentukan Gambling Treatment Diversion Court (GTDC) dan
integrasi sistem rehabilitasi dalam proses hukum, pelaku diberikan alternatif
untuk pulih dan menjalani hukuman yang bersifat korektif, bukan hanya
represif. Pendekatan ini menunjukkan keberhasilan dalam menekan residivisme
dan memulihkan pelaku sebagai anggota masyarakat yang produktif. Indonesia
perlu melakukan pembaruan hukum pidana yang lebih adaptif terhadap
dinamika kasus seperti pathological gambling.
Kata Kunci : Pertanggungjawaban Pidana, Pathological Gambling, Rehabilitasi,
Hukum Pidana Indonesia
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law Science |
| Depositing User: | Irma Rohayu, S.IPust |
| Date Deposited: | 27 Feb 2026 08:13 |
| Last Modified: | 27 Feb 2026 08:13 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32530 |

