Khairunnisa, Nadia Putri and Apri, Andani and Irnad, Irnad (2025) VOLATILITAS, INTEGRASI, DAN TRANSMISI HARGA TELUR AYAM RAS DI WILAYAH SUMATERA. Masters thesis, Universitas Bengkulu.
TESIS Nadia Putri Khairunnisa E2D023005 - Nadia Putri Khairunnisa.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (4MB)
Abstract
Penelitian ini berjudul “Analisis Volatilitas, Integrasi, dan Transmisi Harga Telur
Ayam Ras di Wilayah Sumatera” yang bertujuan untuk menganalisis dinamika harga
telur ayam ras antarprovinsi di Sumatera melalui tiga aspek utama, yaitu volatilitas
harga, integrasi pasar, dan transmisi harga, serta mengidentifikasi peran provinsi
sebagai price maker dan price taker. Komoditas telur ayam ras dipilih karena perannya
yang strategis dalam ketahanan pangan nasional serta kontribusinya terhadap
pemenuhan protein hewani masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan metode ekonometrika, meliputi model GARCH untuk menganalisis
volatilitas harga, Johansen Cointegration Test untuk menguji integrasi jangka panjang
antar pasar dan ECM untuk integrasi jangka pendek, Vector Error Correction Model
(VECM) untuk menganalisis transmisi harga jangka panjang dan pendek, serta
Granger Causality Test untuk mengidentifikasi arah hubungan kausal antarprovinsi.
Data yang digunakan merupakan data sekunder harga telur ayam ras rata-rata bulanan
periode Januari 2020–Desember 2024, yang bersumber dari Pusat Informasi Harga
Pangan Strategis (PIHPS) Nasional dan instansi terkait lainnya. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa harga telur ayam ras di Sumatera memiliki volatilitas moderat di
seluruh provinsi, dengan tingkat fluktuasi yang masih terjadi tetapi relatif stabil. Pasar
telur ayam ras di Sumatera terintegrasi dalam jangka panjang maupun jangka pendek,
menandakan adanya keseimbangan harga antarprovinsi, meskipun kecepatan
penyesuaian berbeda-beda. Analisis transmisi harga menunjukkan bahwa hubungan
antarprovinsi lebih kuat dalam jangka panjang dibandingkan jangka pendek,
mengindikasikan adanya jeda waktu dalam penyesuaian harga regional. Uji kausalitas
mengidentifikasi bahwa provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau,
Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Lampung berperan sebagai simpul penting dalam
pembentukan harga, sementara Sumatera Barat, Jambi, dan Kepulauan Bangka
Belitung relatif independen terhadap dinamika harga regional. Pola hubungan
antarprovinsi bersifat saling memengaruhi (interdependent), mencerminkan struktur
pasar yang terhubung namun tidak sepenuhnya simetris. Dari sisi kebijakan, hasil
penelitian menegaskan pentingnya koordinasi antarprovinsi dalam pengelolaan
pasokan dan distribusi untuk meminimalkan fluktuasi harga serta meningkatkan
efisiensi pasar. Pemerintah disarankan untuk memperkuat sistem logistik dan
distribusi pangan, mengembangkan buffer stock berbasis produksi lokal di provinsi
dengan respon harga lemah, serta membangun sistem informasi harga digital yang
terintegrasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penyusunan kebijakan
stabilisasi harga pangan dan penguatan integrasi pasar di wilayah Sumatera, serta
referensi ilmiah bagi pengembangan kajian ekonomi pangan di masa mendatang.
Kata kunci: Dinamika Pasar, Ketahanan Ekonomi Regional, Stabilitas Pangan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Postgraduate Program > Master of Agribusiness |
| Depositing User: | Sugiarti, S.IPust |
| Date Deposited: | 02 Mar 2026 04:29 |
| Last Modified: | 02 Mar 2026 04:29 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32536 |

