EVALUASI RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP PERTUMBUHAN PENDUDUK BERBASIS SPASIAL DI KOTA BENGKULU

FAUZI, RIZKI and Yurike, Yurike and M Faiz, Barchia (2025) EVALUASI RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP PERTUMBUHAN PENDUDUK BERBASIS SPASIAL DI KOTA BENGKULU. Masters thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Archive (Thesis)
TESIS An. Rizki Fuazi - Paka mutiara Anugrah.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (7MB)

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan elemen penting dalam menjaga
keseimbangan ekologi, estetika, dan kualitas hidup masyarakat perkotaan. Sesuai
amanat Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007, minimal 30% dari luas wilayah kota
harus dialokasikan sebagai RTH, namun kenyataannya banyak kota di Indonesia,
termasuk Kota Bengkulu, belum memenuhi target tersebut. Keterbatasan lahan akibat
pembangunan dan pertumbuhan penduduk yang pesat menimbulkan tantangan dalam
penyediaan RTH yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi
dan distribusi RTH di Kota Bengkulu, menganalisis kecukupan luasnya terhadap
jumlah penduduk, serta memprediksi kebutuhan RTH pada tahun-tahun mendatang.
Penelitian dilakukan pada Maret 2025 di sembilan kecamatan Kota Bengkulu
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pemanfaatan data spasial
melalui citra SAS Planet 2024, Sentinel 2A, serta analisis ArcGIS 10.8. Data primer
diperoleh melalui observasi lapangan dan ground check, sedangkan data sekunder
bersumber dari BPS dan dokumen perencanaan tata ruang. Hasil penelitian
menunjukkan luas RTH Kota Bengkulu pada tahun 2025 mencapai 2.016,44 hektar
dengan distribusi yang tidak merata. Kecamatan Kampung Melayu memiliki luas RTH
terbesar (671,30 ha), sedangkan Teluk Segara terendah (7,29 ha). Jika dibandingkan
dengan standar kebutuhan RTH per kapita (20 m² per penduduk), enam kecamatan
telah memenuhi ketentuan, sementara tiga kecamatan—Ratu Agung, Ratu Samban,
dan Teluk Segara—masih defisit. Prediksi kebutuhan RTH berdasarkan proyeksi
pertumbuhan penduduk menunjukkan peningkatan kebutuhan hingga lebih dari 982
hektar pada tahun 2040. Kesimpulannya, meskipun terjadi peningkatan signifikan luas
RTH dalam dekade terakhir, Kota Bengkulu belum sepenuhnya memenuhi standar
RTH publik ideal. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan terpadu melalui
pemanfaatan lahan potensial, kebijakan pembangunan yang berpihak pada lingkungan,
serta keterlibatan aktif masyarakat untuk menjamin keberlanjutan fungsi RTH di masa
depan.
Kata kunci: Ekologi, Perkotaan, Populasi, Spasial, Kebijakan

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Postgraduate Program > Master of Natural Resource Management
Depositing User: Sugiarti, S.IPust
Date Deposited: 02 Mar 2026 06:31
Last Modified: 02 Mar 2026 06:31
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32542

Actions (login required)

View Item
View Item

slot gacor terbaik

slot gacor terpercaya

Situs Resmi Bisawd

slot gacor 4d

Slot Terpercaya

Slot Gacor bet 200