Penyelesaian Sengketa Harta Waris Berdasarkan Wasiat Lisan Menurut Hukum Islam Di Kelurahan Ketapang Besar Kecamatan Pasar Manna Kabupaten Bengkulu Selatan

NYIMAS, AYU LESTARI and Sirman, Dahwal and Akhmad, Muslih (2025) Penyelesaian Sengketa Harta Waris Berdasarkan Wasiat Lisan Menurut Hukum Islam Di Kelurahan Ketapang Besar Kecamatan Pasar Manna Kabupaten Bengkulu Selatan. Other thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Text (Thesis)
SKRIPSI NYIMAS AYU LESTARI_B1A021027. - Nyimas Ayu Lestari.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (1MB)

Abstract

Wasiat merupakan salah satu instrumen penting dalam hukum waris Islam
yang memungkinkan pewaris menyampaikan kehendaknya mengenai harta
peninggalan setelah meninggal dunia. Namun, pelaksanaan wasiat yang disampaikan
secara lisan sering menimbulkan persoalan hukum karena tidak adanya bukti tertulis
yang dapat dijadikan dasar dalam penyelesaian sengketa. Penelitian ini
dilatarbelakangi oleh sengketa waris di Kelurahan Ketapang Besar, Kecamatan Pasar
Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, yang berawal dari wasiat lisan seorang pewaris
kepada pihak di luar ahli waris dan kemudian dipersoalkan kembali oleh ahli waris
lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan hukum wasiat lisan
menurut hukum Islam, mekanisme penyelesaian sengketa harta waris yang timbul
dari wasiat lisan, serta faktor-faktor penghambat dalam penyelesaiannya. Metode
penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
empiris, melalui wawancara, observasi, dan studi kepustakaan terhadap pihak
keluarga dan saksi yang terlibat langsung dalam sengketa. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa secara normatif wasiat lisan sah menurut hukum Islam selama
memenuhi rukun dan syarat, khususnya adanya dua orang saksi yang adil. Namun,
ketiadaan bukti tertulis menimbulkan ketidakpastian hukum dan berpotensi memicu
sengketa antar ahli waris. Dalam kasus yang diteliti, penyelesaian sengketa dilakukan
secara kekeluargaan tanpa fasilitasi tokoh agama maupun adat, melainkan melalui
musyawarah langsung antar pihak keluarga yang disaksikan oleh saksi wasiat.
Musyawarah tersebut menghasilkan kesepakatan tertulis sebagai bentuk perdamaian
dan pembagian harta yang dianggap adil dan seimbang oleh para pihak, sehingga
mampu mengakhiri perselisihan dengan damai. Hambatan yang dihadapi meliputi
lemahnya alat bukti, perbedaan pendapat antar ahli waris dalam pelaksanaan
kesepakatan, serta kurangnya pemahaman masyarakat mengenai hukum kewarisan
Islam. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menegaskan pentingnya
pencatatan tertulis terhadap wasiat lisan untuk menjamin kepastian hukum, serta
perlunya penyelesaian sengketa yang menekankan nilai keadilan dan kekeluargaan
sesuai prinsip hukum Islam. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan
pertimbangan bagi masyarakat dan pihak terkait dalam menyelesaikan sengketa
waris secara damai, adil, dan sesuai dengan ketentuan hukum Islam.
Kata Kunci: Wasiat lisan, hukum waris Islam, sengketa waris, mekanisme
penyelesaian, faktor penghambat, keadilan, kepastian hukum.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law Science
Depositing User: Irma Rohayu, S.IPust
Date Deposited: 04 Mar 2026 04:51
Last Modified: 04 Mar 2026 04:51
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32640

Actions (login required)

View Item
View Item

slot gacor terbaik

slot gacor terpercaya

Situs Resmi Bisawd

slot gacor 4d

Slot Terpercaya

Slot Gacor bet 200