Kartika, Kartika and Dewi, Rahmayanti (2018) ANALISIS PRAKTIK MANAJEMEN LABA SEBELUM, SAAT DAN SESUDAH INITIAL PUBLIC OFFERING PERIODE 2014-2015. Other thesis, Universitas Bengkulu.
Skripsi PDF ika.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (2MB)
Abstract
Penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) merupakan
penjualan saham kepada masyarakat untuk pertama kalinya oleh suatu perusahaan
yang akan go public kepada khalayak ramai (publik) di pasar modal, dengan
melakukan IPO perusahaan akan berubah statusnya dari perusahaan tertutup
(private company) menjadi perusahaan terbuka (public company) (Bodie et al.,
2008). Salah satu tujuan perusahaan melakukan IPO adalah untuk meningkatkan
dan mengembangkan skala usahanya dengan cara meningkatkan modal
perusahaan dari segi dana yang masuk dari masyarakat yang melakukan investasi
ke perusahaan dan akan memperkuat kondisi pendanaan serta meningkatkan
kemampuan dan operasional perusahaan (Sunariyah, 2001).
Pada proses IPO informasi bagi calon investor sebelum melakukan
investasi sangatlah penting karena fenomena manajemen laba selalu menyertai
pelaksanaan IPO dan sudah banyak penelitian yang membuktikannya.
Subramanyam dan Wild (2010) mendefinisikan manajemen laba atau dalam
bahasa inggrisnya disebut earning management sebagai intervensi manajemen
yang dengan sengaja dilakukan dalam proses penentuan laba biasanya untuk
memenuhi tujuan pribadi. Sulistyanto (2008) menyatakan bahwa salah satu cara
pendeteksian praktik manajemen laba yang dilakukan oleh perusahaan adalah
dengan mengetahui besarnya nilai discretionary accruals (DAC). Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat praktik manajemen laba pada
sebelum, saat dan sesudah Initial Public Offering periode 2014-2015 yang
terdaftar pada Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan jenis data
kuantitatif, data penelitian diperoleh dari terbitan laporan keuangan pada Bursa
Efek Indonesia yang menyediakan data perusahaan yang melakukan IPO periode
2014-2015. Pada penelitian ini penulis menetapkan perusahaan yang menjadi
sampel penelitian dipilih berdasarkan teknik purposive sampling yaitu
berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya, hasilnya sebanyak 22
perusahaan IPO dipilih menjadi sampel penelitian ini.
Pengujian hipotesis pertama pada periode saat IPO dan sebelum IPO
menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata
discretionary accruals (DAC) saat IPO dan rata-rata discretionary accruals
(DAC) sebelum IPO. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa terjadinya
manajemen laba pada periode saat IPO disebabkan karena pada saat Initial Public
Offering (IPO) perusahaan melakukan cosmetic earning management yaitu usaha
mempercantik laporan keuangan dengan cara melakukan income maximization
yaitu usaha meningkatkan labanya. Pengujian hipotesis kedua pada periode saat
IPO dan sesudah IPO diperoleh nilai rata-rata discretionary accruals (DAC) pada
saat IPO lebih besar dari pada nilai rata-rata discretionary accruals (DAC)
sesudah IPO. Hasil penelitian juga mengindikasikan bahwa sesudah IPO
perusahaan melakukan manajemen laba dengan cara meratakan labanya. Di lihat
dari jangka waktu atau periode saat IPO dan sesudah IPO termasuk pendek yaitu
hanya terpaut 1 tahun, manajemen laba dapat dilakukan dengan cara meratakan
labanya karena investor lebih menyukai laba yang relatif stabil untuk menghindari
resiko.
Disarankan bagi perusahaan yang akan melakukan IPO untuk lebih
berhati-hati dan lebih serius dalam indikasi terjadinya praktik manajemen laba,
karena praktik manajemen laba dapat merusak kepercayaan publik terhadap
perusahaan sehingga diragukan kredibilitas dan integritas akuntannya. Praktik
manajemen laba dapat di minimalisir dengan perbaikan struktur kepemilikan,
penerapan Good Corporate Governance, perbaikan komposisi hutang, rendahnya
asimetri informasi dan peningkatan kualitas audit. Bagi investor yang akan
melakukan investasi pada perusahaan yang melakukan Initial Public Offering
(IPO) sebaiknya melakukan analisis terhadap indikasi tindakan manajemen laba,
tidak hanya tertarik pada besarnya laba yang dilaporkan perusahaan tetapi harus
dibandingkan dengan arus kas operasi yang ada pada perusahaan. Pihak investor
juga dapat melihat kinerja fundamental dari perusahaan yaitu dengan cara melihat
laporan keuangan perusahaan dengan teliti sehingga asimetri informasi yang
terjadi antara pihak investor dengan manajemen perusahaan tidak terlalu tinggi
yang bisa menyebabkan kerugian bagi pihak investor.
Kata kunci: Initial Public Offerings, Manajemen Laba dan Discretionary
Accruals.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Faculty of Economy > Department of Management |
| Depositing User: | 56 nanik rahmawati |
| Date Deposited: | 04 Mar 2026 07:48 |
| Last Modified: | 04 Mar 2026 07:48 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32652 |

