Grisdayanti, Grisdayanti and Paulus, Suluk Kananlua (2018) PENGARUH INFLASI DAN NILAI TUKAR TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2015-2016. Other thesis, Universitas Bengkulu.
Skripsi Grisdayanti.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (3MB)
Abstract
Tinggi rendahnya harga saham ini dapat dipengaruhi oleh faktor makro dan mikro.
Faktor makro adalah faktor-faktor yang mempengaruhi perekonomian secara
keseluruhan, antara lain tingkat bunga yang tinggi, inflasi, tingkat produktivitas
nasional, politik, dan lain-lain yang memiliki dampak penting pada potensi
keuntungan perusahaan. Faktor mikro adalah faktor-faktor yang berdampak
langsung pada perusahaan itu sendiri, seperti perubahan manajemen, harga, dan
ketersediaan bahan baku, produktivitas tenaga kerja dan faktor lain yang dapat
mempengaruhi kinerja keuntungan perusahaan individual. Penelitian ini bertujuan
untuk menguji pengaruh inflasi dan nilai tukar terhadap harga saham.
Sampel penelitian adalah industri manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia
Tahun 2015-2016. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive
sampling, sebanyak 89 perusahaan. Metode analisis data menggunakan analisis
regresi berganda.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa : (1) Inflasi berpengaruh positif da signifikan
terhadap harga saham. Hasil ini berarti bahwa perubahan inflasi (naik atau turun)
berpengaruh signifikan pada perubahan harga saham perusahaan industri
manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia. Jika inflasi meningkat, maka
harga saham akan mengalami peningkatan. (2) Nilai tukar rupiah tidak berpengaruh
signifikan terhadap harga saham. Hal dibuktikan dengan nilai p-value sebesar 0,681
> alpha 0,05. Kondisi ini memberikan gambaran bahwa nilai tukar tidak berdampak
pada perubahan harga saham secara signifikan.
ix
Beberapa saran yang dapat diberikan adalah : (1) Variabel inflasi berpengaruh
signifikan terhadap harga saham industri manufaktur. Hal ini karena variabel�variabel tersebut tidak dapat dikontrol dan dikendalikan oleh perusahaan, sehingga
tidak berpengaruh secara langsung. Oleh karena itu, pemerintah harus dapat
mengendalikan inflasi di dalam negeri dengan melakukan subsidi, sehingga harga
produk dapat menurun dan (2) Kurs tidak berpengaruh signifikan terhadap harga
saham. Hal ini menunjukkan bahwa usaha yang dilakukan masih memberikan
peluang untuk diusahakan, karena investor masih tertarik untuk melakukan
investasi dibandingkan dengan jual beli valuta asing. Oleh karena itu, pemerintah
dan otoritas pasar modal dapat menjamin iklim berinvestasi dengan cara memberi
kemudahan kepada investor/calon investor untuk bertransaksi saham.
Keywords: Inflasi, Nilai Tukar dan Harga Saham
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Depositing User: | 56 nanik rahmawati |
| Date Deposited: | 05 Mar 2026 01:58 |
| Last Modified: | 05 Mar 2026 01:58 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32660 |

