OPTIMALISASI PENGELOLAANOBJEK WISATA BENTENG MARLBOROUGH DAN RUMAH KEDIAMAN BUNG KARNO DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH PROVINSI BENGKULU

Siahaan, Fitria Margaretta and Kamaludin, Kamaludin (2018) OPTIMALISASI PENGELOLAANOBJEK WISATA BENTENG MARLBOROUGH DAN RUMAH KEDIAMAN BUNG KARNO DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH PROVINSI BENGKULU. Other thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Archive (Thesis)
pdf Fitria Margaretta siahaan (C1B014111).pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Objek wisata Benteng Marlborough dan Rumah Kediaman Bung Karno
merupakan objek wisata sejarah yang berada di kota Bengkulu. Dalam
pengelolaan dan pengembangan objek wisata yang lebih optimal diperlukan
strategi-strategi yang tepat sehingga dapat meningkatkan kontribusi pendapatan
daerah melalui Pendapatan Asli Daerah.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriftif kualitatif.Jenis data yang
digunakan, yaitu data primer yang diperoleh langsung melalui observasi
dilapangan dan wawanacara dan data sekunder diperoleh dari Dinas Periwisata
provinsi Bengkulu, yaitu data kunjungan wisatawan dan kontribusi pendapatan
objek wisata Benteng Marlborough dan Rumah Kediaman Bung Karno.Metode
analisis yang digunakan adalah penilaian potensi objek wisata, analisis SWOT,
analisis proporsi dan perhitungan prediksi penerimaan kontribusi pada objek
wisata Benteng Marlborough dan Rumah Kediaman Bung Karno. hasil yang
diperoleh dari hasil penelitian, yaitu pengelolaan objek wisata Benteng
Marlborough dan Rumah Kediaman Bung Karno sudah baik, dengan analisis
penilaian potensi objek wisata menunjukkan objek wisata Benteng Marlborough
memiliki nilai skoring 86, yang artinya memiliki potensial yang tinggi dan
Rumah Kediaman Bung Karno memiliki nilai skoring 76, yang artinya memiliki
potensial sedang.Proses pengelolaan objek wisata memiliki dua kewenangan,
yaitu kewenangan kementrian pendidikan dan kebudayaan untuk pemeliharaan,
perawatan dan pelestarian yang diwakili oleh badan cagar budaya BPCB Jambi.
Kemudian pengelolaan pariwisata diserahkan kepada Dinas pariwisata provinsi
Bengkulu, diserahkan kepada Gubernur yang dikerjakan oleh OPD (organisasi
perangkat daerah) dinas pariwisata provinsi Bengkulu. Kemudia kepala dinas
melimpahkanya kepada UPTD POWAP. Penganggaran dan perencanaan objek
wisata dibantu oleh BAPPEDA, OPD dan biro keuangan. Pengelolaan diserahkan
kepada UPTD POWAP dan usulan dari UPTD POWAP diserahkan kepada kepala
dinas melalui subbag perencanaan kemudian dinas menyerahkan kepada
BAPPEDA, biro keuangan dan badan pembangunan daerah dan mereka akan
membuat rencana kerja anggaran dan akan disampaikan kepada sekertaris daerah
selaku TPAD, kemudia sekertaris daerah menyerahkan kepada gubernur dan
kemudian akan dibahas bersama degan DPRD dan hasilnya akan disahkan
menjadi APBD yang akan datang, setelah itu di serahkan kepada OPD untuk
direalisasikan dalam bentuk DPA dan OPD dinas pariwisata menyerahkan kepada
UPTD untuk dieksekusi baik tariff karcis atau ditambah fasilitasnya ntergantung
kearah mana pembangunan objek wisata. Berdasarkan analisis proporsi yang
sudah dilakukan, dari tahun 2012 sampai dengan 2017 terus mengalami kenaikan,
xiv
presentase kontribusi dari tahun 2012 sampai 2017 berfluktuasi. Dari tebel 4.12
terlihat bahwa kontribusi penerimaan dari sektor pariwisata terhadap PAD selama
6 tahun terakhir (2012-2017) baru berada di rata-rata kisaran 0,0428%.Kontribusi
objek wisata Benteng Marlborough dan Rumah Kediaman Bung Karno, hal ini
dapat dilihat kontribusi objek wisata ini belum memiliki pengaruh yang besar
terhadap Pendapatan Asli Daerah. Berdasarkan analisis SWOT kedua objek
wisata ini berada pada kuadran I, yaitu Benteng Marlborough memiliki nilai X
(Kekuatan + kelemahan) = 6,41 dan nilai Y (peluang + ancaman) = 6,04 dan
Rumah Kediaman Bung Karno memiliki nilai X (Kekuatan + kelemahan) = 5,94
dan nilai Y (peluang + ancaman) = 6,06 kedua objek wisata ini berada pada
situasi yang menguntungkan memiliki kekuatan dan peluang yang tinggi,
sehingga dapat memanfaatkan kekuatan dan peluang untuk menarik jumlah
kunjungan wisatawan. Berdasarkan perhitungan trend yang telah dilakukan
diketahui prediksi penerimaan retribusi objek wisata Benteng Mrlborough dan
Rumah Kediaman Bung Karno dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah
Provinsi Bengkulu selama 5 tahun kedepan (2018-2022) terus mengalami
peningkatan dan berdasarkan hasil analisis yang sudah dilakukan kendala dan
upaya yang pada objek wisata Benteng Marlborough dan Rumah Kediaman Bung
Karno, yaitu berupa kelemahan-kelemahan dan ancaman yang dimiliki objek
wisata Benteng Marlborough dan Rumah Kediaman Bung Karno seperti
kurangnya promosi, kualitas sumber daya manusia, keterbatasan anggaran dan
kurangnya atraksi wisata dan upaya yang dapat dilakukan adalah dengan cara
mengoptimalkan kelemahan dan peluang yang dimiliki, yaitu meningkatkan
promosi secara lebih luas lagi yang mengambarkan keunikan objek wisata,
mengembangkan SDM yang dimiliki.
Kata kunci: Strategi pengelolaan objek wisata, analisis potensi objek wisata,
analisis SWOT,analisis proporsi, PAD.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Economy > Department of Management
Depositing User: 56 nanik rahmawati
Date Deposited: 05 Mar 2026 02:10
Last Modified: 05 Mar 2026 02:10
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32665

Actions (login required)

View Item
View Item

slot gacor terbaik

slot gacor terpercaya

Situs Resmi Bisawd

slot gacor 4d

Slot Terpercaya

Slot Gacor bet 200