Agustin, Eliza Andriani and Iskandar, Zulkarnain (2018) PENGARUH NILAI UANG, PERSEPSI RISIKO, MATERIALISME, DAN LITERASI KEUANGAN TERHADAP PERILAKU BERUTANG INDIVIDU. Other thesis, Universitas Bengkulu.
Skripsi Eliza Andriani OK.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (5MB)
Abstract
Perilaku pengelolaan keuangan cenderung dikaitkan dengan persepsi individu
dalam mengawasi kelebihan pengeluaran belanja (Grable et al., 2009). Agar
pemanfatan sumber daya uang yang terbatas dapat menjadi optimal diperlukan usaha
pengelolaan keuangan yang baik dan efektif (Sina dan Noya, 2012). Artinya,
pengelolaan keuangan yang kurang tepat dapat menyebabkan tidak optimalnya
pemanfaat sumber daya uang sehingga dapat menyebabkan beberapa masalah. Salah
satunya perilaku berutang (dissaving). Perilaku berutang (Dissaving) merupakan
pengeluaran untuk konsumsi yang lebih besar daripada pendapatan. Seseorang
individu akan melakukan perilaku berutang ketika pendapatan yang didapat lebih
kecil daripada konsumsinya atau disebut dengan dissaving (Collins, 1994). Menurut
Krisnha et al., (2010), pada dasarnya kesulitan keuangan bukan hanya disebabkan
oleh rendahnya pendapatan, akan tetapi kesulitan keuangan juga dapat terjadi akibat
kesalahan dalam mengelola keuangan (miss-money management), seperti kesalahan
penggunaan kredit, dan tidak adanya rencana keuangan. Tujuan penelitian ini adalah
untuk menganalisis pengaruh nilai uang, persepsi risiko, materialisme, dan literasi
keuangan terhadap perilaku berutang individu di Desa Sindang Panjang, Pagar
Bunga, dan Lubuk Tabun, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Kabupaten Lahat.
Jenis penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini adalah penelitian
kuantitatif. Variabel dependen yang digunakan adalah perilaku berutang individu
sedangkan variabel independen dalam penelitian ini adalah nilai uang, persepsi risiko,
materialisme, dan literasi keuangan. Metode pengumpulan data yang digunakan di
dalam penelitian ini adalah metode pengumpulan data langsung dengan cara
melakukan penyebaran kuesioner offline untuk mendapatkan informasi dari
responden. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala likert
dengan point 1-5, sehingga responden hanya mengisi jawaban dengan memberikan
tanda check list pada kolom alternatif jawaban yang tersedia. Teknik pengambilan
sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode pengambilan sampel non
probability sampling dengan teknik penyampelan bertujuan (purposive sampling).
Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Desa
Sindang Panjang, Pagar Bunga, dan Lubuk Tabun Kecamatan Tanjung Sakti Pumi,
Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan yang berprofesi sebagai petani kopi dan yang
melakukan utang. Penentuan jumlah sampel ditentukan dengan kriteria yang telah
ditentukan oleh Hair et al., (2010: 637) yang menyatakan bahwa jumlah sampel yang
xii
diambil minimal 5 - 10 kali dari jumlah parameter yang digunakan dalam penelitian.
Parameter atau indikator yang digunakan berjumlah 30 item, maka jumlah minimal
sampel adalah 5 x 30 = 150 orang. Kuesioner yang telah disebar sebanyak 170
eksemplar dan sebanyak 160 yang memenuhi kriteria penelitian. Oleh karena itu,
sebanyak 160 kuesioner yang dapat diolah lebih lanjut. Metode analisis yang
digunakan yaitu dengan menggunakan metode analisis statistik non-parametris. Pengolahan dan pengujian data akan dilakukan dengan menggunakan program SPSS
16.0 dan program SmartPLS 2.0.m3. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel nilai uang, persepsi risiko,
dan literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap perilaku berutang individu,
variabel persepsi risiko juga berpengaruh signifikan terhadap perilaku berutang
individu, dan variabel literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap perilaku
berutang individu. Dalam penelitian ini terdapat satu variabel yang tidak berpengaruh
signifikan terhadap perilaku berutang individu, yaitu variabel materialisme. Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini adalah variabel nilai uang,
persepsi risiko, dan literasi keuangan berpengaruh langsung signifikan terhadap
perilaku berutang individu, sedangkan variabel materialisme tidak berpengaruh
langsung signifikan terhadap perilaku berutang individu masyarakat Desa Sindang
Panjang, Pagar Bunga, dan Lubuk Tabun Kecamatan Tanjung Sakti Pumi. Adapun
saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini bagi masyarakat Kecamatan Tanjung
Sakti khususnya Desa Sindang Panjang, Pagar Bunga, dan Lubuk Tabun, untuk dapat
menghargai kepemilikan uang secara positif, sehingga kepemilikan uang tersebut
dapat berguna bagi diri sendiri maupun orang lain. Begitu pula dengan persepsi
risiko, masyarakat untuk dapat mempersepsikan risiko dengan baik, sehingga mampu
untuk menjalankan usaha untuk menambah pendapatan di luar pekerjaan sebagai
petani kopi. Terakhir, masyarakat hendaknya belajar bagaimana cara mengelola
keuangan pribadi masing-masing. Bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan
penelitian ini sebagai dasar acuan untuk penelitian selanjutnya sehingga penelitian
mengenai pengaruh nilai uang, persepsi risiko, materialisme, dan literasi keuangan
terhadap perilaku berutang individu ini dapat dikembangkan lebih spesifik dengan
objek yang lebih luas, penambahan variabel, atau menggunakan metode penelitian
lain sehingga dapat memprediksi perilaku berutang seseorang dengan lebih baik
dibanding menggunakan kuesioner dengan pernyataan-pernyataan.
Kata kunci : Perilaku Berutang Individu, Nilai Uang, Persepsi Risiko, Materialisme,
dan Literasi Keuangan
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Faculty of Economy > Department of Management |
| Depositing User: | 56 nanik rahmawati |
| Date Deposited: | 05 Mar 2026 04:25 |
| Last Modified: | 05 Mar 2026 04:25 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32721 |

