Efendi, Syahrul and Nasution, Nasution (2018) PENGARUH AMBIGUITAS DAN KONFLIK PERAN TERHADAP KINERJA DENGAN JOB-RELEVANT INFORMATIONS SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI PADA PEGAWAI RSJKO SOEPRAPTO BENGKULU. Other thesis, Universitas Bengkulu.
Skripsi Syahrul Efendi.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (2MB)
Abstract
Pengukuran kinerja dengan menggunakan data non keuangan, antara lain
meliputi: fasilitas informasi yang tersedia dalam sebuah organisasi, kejelasan
mengenai tugas-tugas dari karyawan, tingkat disfungsional karyawan dalam
sebuah organisasi yang berakibat terjadinya role conflict. Sama seperti dengan
pengaturan jangka dekat arah untuk organisasi dengan anggaran, manajemen
memiliki tanggung jawab untuk menetapkan arah strategis jangka panjang dan
tujuan untuk keberhasilan organisasi. Ada beberapa faktor yang memperangaruhi
kinerja dalam suatu organisasi yaitu Job relevant information (JRI), Ambiguitas
peran dan konflik peran.
Tujuan penelitian ini adalah : (1) Mengetahui pengaruh ambiguitas peran
terhadap kinerja tenaga medis pada RSJKO Soeprapto Bengkulu; (2) Mengetahui
pengaruh konflik peran terhadap kinerja tenaga medis pada RSJKO Soeprapto
Bengkulu; (3) Mengetahui peran moderasi Job-Relevant Informations pada
pengaruh ambiguitas peran dan konflik peran terhadap kinerja tenaga medis pada
RSJKO Soeprapto Bengkulu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif
kuantitatif yang merupakan penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta�fakta saat ini dari suatu fenomena tertentu menggunakan perhitungan angka-angka
statistik. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui
penyebaran kuesioner. Responden penelitian ini adalah tenaga medis pada RSJKO
Soeprapto Bengkulu sebanyak 137 orang. Metode analisis data digunakan analisis
deskriptif dan analisis regresi pemoderasi (Moderated Regression Anlysis).
Berdasarkan penelitian lapangan, diperoleh hasil: (1) Ambiguitas peran
berpengaruh negatif terhadap kinerja tenaga medis. Hal ini bermakna bahwa
semakin tinggi ambiguitas peran maka kinerja tenaga medis pada RSJKO
Soeprapto Bengkulu akan semakin menurun. Ketidakjelasan yang dialami oleh
tenaga medis terjadi karena tenaga medis merasa tidak diberikan wewenang penuh
dalam melaksanakan tugas, keterbatasan waktu melaksanakan pekerjaan yang
sangat sempit dan adanya dua perintah yang berasal dari atasan yang berbeda saat
bersamaan; (2) Konflik peran berpengaruh negatif terhadap kinerja tenaga medis.
Hal ini bermakna bahwa semakin tinggi konflik peran maka kinerja tenaga medis
RSJKO Soeprapto Bengkulu akan semakin menurun. Konflik peran terjadi konflik
karena pembagian kerja yang dilakukan oleh ketua tim dalam kegiatan audit
dirasakan tidak merata. Selain itu, konflik peran juga terjadi karena sikap pegawai
yang terkadang berbeda dalam mengikuti aturan dan prosedur kerja; (3) Job�Relevant Information (JRI) memiliki peran moderasi pada pengaruh ambiguitas
peran terhadap kinerja tenaga medis. Peran JRI tersebut adalah menghilangkan
dampak negatif ambiguitas peran pada pengaruh kinerja di mana pada awalnya
ambiguitas peran menurunkan kinerja, namun dengan JRI yang semakin jelas
(tinggi) ambiguitas peran tidak mempengaruhi kinerja tenaga medis; dan (4)
Variabel job-relevant information (JRI) memiliki peran moderasi pada pengaruh
konflik peran terhadap kinerja tenaga medis di RSJKO Soeprapto Bengkulu. Peran
moderasi tersebut adalah menurunkan dampak dari konflik peran terhadap kinerja.
Di mana pada tahap awal, sebelum adanya JRI, dampak konflik peran adalah
menurunkan kinerja (pengaruh negatif). Setelah masukkan JRI, dampak konflik
peran terhadap kinerja menjadi tidak signifikan dan semakin menurun (mengecil).
Hal ini memberikan indikasi bahwa terjadinya konflik peran karena adanya
ketidaksesuaian peran yang terjadi pada tenaga medis, sehingga menurunkan
kinerjanya. Walaupun telah diberikan informasi yang jelas (JRI yang tinggi),
namun konflik peran tetap terjadi, walaupun dalam kondisi yang semakin kecil.
Berdasarkan kesimpulan penelitian, maka saran yang dilakukan adalah
sebagai berikut: (1) Ambiguitas peran berdampak negatif pada kinerja tenaga
medis. Untuk menghilangkan dampak negatif konflik peran tersebut, peran JRI
yang jelas dapat dilakukan, sehingga tenaga medis dapat melaksanakan tugas�tugasnya dengan jelas dan terfokus; dan (2) Konflik peran berpengaruh negatif
terhadap kinerja, oleh karena itu untuk menurunkan pengaruh tersebut RSJKO
dapat meningkatan JRI kepada tenaga medis, sehingga tenaga medis dapat terjadi.
Walaupun JRI tidak mampu menghilangkan konflik peran secara menyeluruh,
karena berbagai tingkat kepentingan yang ada, namun upaya tersebut dinilai lebih
efektif.
Kata Kunci : Ambiguitas Peran, Konflik Peran, Kinerja, dan Job-Relevant
Information
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Faculty of Economy > Department of Management |
| Depositing User: | 56 nanik rahmawati |
| Date Deposited: | 05 Mar 2026 04:47 |
| Last Modified: | 05 Mar 2026 04:47 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32728 |

