MUHAMMAD, ZULFAHMI and Edytiawarman, Edytiawarman and Hamdani, Ma’akir (2025) UPAYA PIHAK PEMENANG LELANG DALAM PEMENUHAN HAK SITA EKSEKUSI RIIL DI PENGADILAN AGAMA KOTA BENGKULU. Other thesis, Universitas Bengkulu.
Skripsi_M. Zulfahmi_B1A020393_Hukum - Zoul Fahmi2006.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (1MB)
Abstract
Permasalahan sengketa perdata yang melibatkan kepemilikan atas benda tetap,
seperti tanah dan bangunan, sering kali berujung pada proses eksekusi riil di
pengadilan. Namun, pelaksanaan eksekusi putusan hakim yang telah berkekuatan
hukum tetap sering kali menemui hambatan, khususnya apabila pihak yang kalah
menolak secara sukarela untuk menjalankan amar putusan. Kondisi ini tidak hanya
memperlambat pemenuhan hak pihak pemenang, tetapi juga menciptakan
ketidakpastian hukum serta ketidakadilan dalam sistem peradilan perdata.Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui upaya-upaya hukum yang ditempuh oleh pihak
pemenang lelang dalam memenuhi hak atas sita eksekusi riil di Pengadilan Agama
Kota Bengkulu, serta mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi dan solusi
yang dilakukan untuk mengatasinya. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian
hukum empiris dengan metode kualitatif, yang menggabungkan studi pustaka dan
wawancara terhadap pihak-pihak berwenang di lingkungan Pengadilan Agama
Kota Bengkulu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pihak pemenang lelang wajib
mengikuti serangkaian prosedur hukum mulai dari pengajuan permohonan
eksekusi, pembayaran panjar biaya perkara, aanmaning (peringatan kepada pihak
kalah), hingga pelaksanaan pengosongan objek secara paksa dengan bantuan aparat.
Namun dalam praktiknya, proses eksekusi kerap menghadapi kendala seperti
perlawanan fisik dari pihak tereksekusi, keterbatasan sumber daya aparat, serta
tidak adanya kehadiran aparat pengamanan saat hari eksekusi karena minimnya
anggaran.Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa meskipun terdapat
jalur hukum yang jelas dalam proses eksekusi riil, implementasi di lapangan masih
jauh dari ideal. Ketidaktegasan dalam pelaksanaan, kurangnya kesadaran hukum
masyarakat, serta minimnya koordinasi antarinstansi menjadi hambatan utama.
Oleh karena itu, dibutuhkan pembenahan sistem dan regulasi yang lebih tegas serta
sinergi antara lembaga peradilan dan aparat penegak hukum untuk memastikan
keadilan dapat ditegakkan secara nyata.
Kata Kunci: Eksekusi Riil, Pemenang Lelang, Kepastian Hukum, Pengadilan
Agama, Sengketa Perdata
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law Science |
| Depositing User: | Irma Rohayu, S.IPust |
| Date Deposited: | 06 Mar 2026 02:29 |
| Last Modified: | 06 Mar 2026 02:29 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32736 |

