PENGARUH PRAKTIK AUDIT INTERNAL TERHADAP IMPLEMENTASI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL (Studi Kasus pada Pemerintah Daerah Se-Provinsi Bengkulu)

Basri, Harun and Husaini, Husaini and Trisna, Murni (2018) PENGARUH PRAKTIK AUDIT INTERNAL TERHADAP IMPLEMENTASI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL (Studi Kasus pada Pemerintah Daerah Se-Provinsi Bengkulu). Masters thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Archive (Thesis)
TESIS HARUN BASRI.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (6MB)

Abstract

Praktik audit internal merupakan kegiatan atau pekerjaan yang
dilaksanakan oleh auditor di Inspektorat se-Provinsi Bengkulu dalam rangka
pemeriksaan yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi efektivitas operasi,
keandalan laporan keuangan dan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang
berlaku. Dalam melaksanakan praktik/pekerjaannya auditor harus mematuhi
Standar Audit Intern Pemerintah Indonesia (SAIPI) untuk menjaga kualitas
pekerjaannya/praktiknya. SAIPI tersebut terdiri dari standar umum/atribut,
pelaksanaan dan pelaporan. Kegiatan audit intern harus dapat membantu auditi
dalam mempertahankan dan memperbaiki pengendalian yang efektif dengan
mengevaluasi efektifitas dan efisiensi serta mendorong perbaikan secara terus�menerus sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang
Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh praktik audit internal
terhadap implementasi sistem pengendalian internal pada pemerintah daerah Se�Provinsi Bengkulu. Penelitian ini merumuskan bagaimanakah deskripsi
independensi, kecermatan profesional, perencanaan audit, laporan audit dan
implementasi sistem pengendalian internal di Provinsi Bengkulu dan apakah
independensi, kecermatan profesional, perencanaan audit, dan laporan audit
Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) berpengaruh terhadap implementasi
sistem pengendalian internal di Provinsi Bengkulu.
Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan menggunakan kuesioner
sebagai instrumen pengumpulan data dan wawancara dengan tujuan mendapatkan
informasi yang dibutuhkan mengenai variabel penelitian. Variabel dependen
dalam penelitian ini adalah implementasi sistem pengendalian internal, sedangkan
variabel independen-nya adalah independensi, kecermatan profesional,
perencanaan audit dan laporan audit. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini
adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Inspektorat Daerah/Provinsi
yang mempunyai jabatan sebagai Jabatan Fungsional Auditor (JFA) di seluruh
Inspektorat Daerah/kota/Provinsi yang ada di Provinsi Bengkulu. Dalam
penelitian ini auditor yang bertugas di Inspektorat se-Provinsi Bengkulu
berjumlah 107 orang dijadikan sebagai sampel dan penelitian ini dianalisis
menggunakan regresi linier berganda.
Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa independensi, kecermatan
profesional, laporan audit dan implementasi sistem pengendalian internal di
Provinsi Bengkulu memiliki nilai yang cukup baik, sedangkan perencanaan audit
memiliki nilai yang lebih baik yaitu kategori baik. Hasil analisis regresi dan
viii
10
pengujian hipotesis menunjukkan bahwa secara simultan independensi,
kecermatan profesional, perencanaan audit dan laporan audit berpengaruh positif
terhadap implementasi sistem pengendalian internal di Provinsi Bengkulu.
Semakin baik independensi auditor, semakin meningkat kecermatan profesional
auditor, semakin baik perencanaan audit dan semakin berkualitas laporan audit,
maka semakin baik implementasi sistem pengendalian internal pemerintah. secara
partial kecermatan profesional, perencanaan audit dan laporan audit berpengaruh
positif terhadap implementasi sistem pengendalian internal di Provinsi Bengkulu,
sedangkan independensi berpengaruh positif tetapi tidak signifikan.
Saran berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan dalam penelitian ini
adalah pertama, pimpinan harus menjaga independensi auditor dengan cara 1)
auditor bebas dari hubungan dekat dengan auditi; 2) Mendukung auditor yang
menolak melakukan audit jika terdapat interpensi; 3) Pimpinan menugaskan
auditor sesuai dengan kemampuannya; dan 4) Melakukan pergantian auditor atau
rotasi secara berkala. Kedua, pimpinan harus meningkatkan kecermatan
profesional auditor dengan cara 1) Auditor sering diikutkan dalam pelatihan dan
pendidikan berkelanjutan; 2) Auditor lebih berhati-hati dalam pemilihan sampel
audit untuk mengumpulkan bukti yang dibutuhkan; 3) Mengintensifkan kegiatan
Pembelajaran Kantor Sendiri (PKS) sebagai sarana sharing informasi sesama
auditor di Inspektorat; dan 4) Reviu pekerjaan auditor oleh atasannya sebelum
laporan disampaikan kepada pihak berkepentingan. Ketiga, perencanaan audit
yang telah disusun oleh auditor harus betul-betul dijalankan sesuai rencana yang
tertulis, sehingga tujuan dari audit tercapai. Keempat, laporan audit yang telah
disusun oleh auditor hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut 1) laporan
audit hendaknya bebas dari gangguan auditi; 2) Laporan audit agar bermanfaat
harus sesuai dengan standar pelaporan, dikomunikasikan dan ditindaklanjuti.
Kata Kunci: Implementasi Sistem Pengendalian Internal Independensi,
Kecermatan Profesional, Perencanaan Audit, dan Laporan Audit

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Postgraduate Program > Master of Management Program
Depositing User: 56 nanik rahmawati
Date Deposited: 10 Mar 2026 04:27
Last Modified: 10 Mar 2026 04:27
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32796

Actions (login required)

View Item
View Item

slot gacor terbaik

slot gacor terpercaya

Situs Resmi Bisawd

slot gacor 4d

Slot Terpercaya

Slot Gacor bet 200