PENGARUH FAKTOR INDIVIDUAL DAN FAKTOR SITUASIONAL TERHADAP NIAT MELAKUKAN WHISTLEBLOWING (Studi Pada PNS Di Kantor Kementerian Agama se-Propinsi Bengkulu)

Hanafiyanti, Kiki Yulia and Slamet, Widodo and Willy, Abdillah (2018) PENGARUH FAKTOR INDIVIDUAL DAN FAKTOR SITUASIONAL TERHADAP NIAT MELAKUKAN WHISTLEBLOWING (Studi Pada PNS Di Kantor Kementerian Agama se-Propinsi Bengkulu). Masters thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Archive (Thesis)
TESIS KIKI.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (4MB)

Abstract

Perilaku korupsi yang terjadi di Indonesia, akhir-akhir ini bukannya
berkurang malah semakin meningkat. Salah satu penyebabnya adalah sikap acuh
tak acuhnya masyarakat, pejabat dan pegawai yang ada dalam lingkungan
tersebut. Penerapan whistleblowing system terbukti efektif dalam mengungkap
kasus-kasus kecurangan dibandingkan metode lainnya seperti audit internal,
pengendalian internal maupun audit eksternal. Untuk itu, perlu untuk diketahui
faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi niat seseorang melakukan tindakan
whistleblowing sehingga dapat membantu dalam membuat kebijakan agar
whistleblowing system tersebut dapat berjalan dengan efektif.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh faktor
individual dan faktor situasional terhadap niat PNS melakukan whistlebowing.
Terdapat 4 faktor individual dan 3 faktor situasional yang diteliti yaitu sikap
terhadap whistleblowing, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, komitmen
organisasi, personal cost, tingkat keseriusan pelanggaran dan status pelanggar.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari
hasil penyebaran kuesioner kepada PNS di Kantor Kementerian Agama se�Provinsi Bengkulu yang memiliki pengalaman minimal 1 tahun sebagai pengelola
keuangan Negara dengan jumlah sampel 150. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah analisis deskriptif dan regresi linear berganda dengan
bantuan software SPSS versi 23 dalam pengolahan data.
Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa (1) Sikap terhadap
whistleblowing memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap niat
melakukan whistleblowing dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,118, maknanya
apabila terjadi peningkatan pada sikap terhadap whistleblowing maka niat
melakukan whistleblowing juga akan meningkat (2) Norma subjektif memiliki
pengaruh positif yang signifikan terhadap niat melakukan whistleblowing dengan
nilai koefisien regresi sebesar 0,127, maknanya apabila terjadi peningkatan pada
norma subjektif maka niat melakukan whistleblowing juga akan meningkat (3)
Persepsi kontrol perilaku memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap niat
melakukan whistleblowing dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,190, maknanya
apabila terjadi peningkatan pada persepsi kontrol perilaku maka niat melakukan
whistleblowing juga akan meningkat (4) Komitmen organisasi memiliki pengaruh
positif yang signifikan terhadap niat melakukan whistleblowing dengan nilai
koefisien regresi sebesar 0,058, maknanya apabila terjadi peningkatan pada
komitmen organisasi maka niat melakukan whistleblowing juga akan meningkat
(5) Personal cost memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap niat
vi
melakukan whistleblowing dengan nilai koefisien regresi sebesar -0,226,
maknanya apabila terjadi peningkatan pada personal cost maka niat melakukan
whistleblowing akan menurun (6) Tingkat keseriusan pelanggaran memiliki
pengaruh positif yang signifikan terhadap niat melakukan whistleblowing dengan
nilai koefisien regresi sebesar 0,326, maknanya apabila terjadi peningkatan pada
tingkat keseriusan pelanggaran maka niat melakukan whistleblowing juga akan
meningkat (7) Status pelanggar tidak berpengaruh signifikan terhadap niat
melakukan whistleblowing dengan nilai koefisien regresi sebesar -0,007,
maknanya apabila terjadi peningkatan pada status pelanggar maka niat melakukan
whistleblowing tidak meningkat secara signifikan. Hal ini menunjukkan status
pelanggar bukan menjadi pertimbangan untuk melakukan whistleblowing atau
tidak. Hasil penelitian ini mengkonfirmasi teori-teori yang telah ada seperti
prosocial organizational behavior, theory of planned behavior, dan konsep
komitmen organisasi.
Kata kunci : faktor individual, faktor situasional, niat melakukan whistleblowing

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Postgraduate Program > Master of Management Program
Depositing User: 56 nanik rahmawati
Date Deposited: 10 Mar 2026 04:47
Last Modified: 10 Mar 2026 04:47
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32801

Actions (login required)

View Item
View Item

slot gacor terbaik

slot gacor terpercaya

Situs Resmi Bisawd

slot gacor 4d

Slot Terpercaya

Slot Gacor bet 200