Saputra, Rizky Gilang and Izharuddin, Izharuddin and Mochammad, Ridwan (2018) ANALISIS KETIMPANGAN EKONOMI ANTAR WILAYAH DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DI PROVINSI BENGKULU. Masters thesis, Universitas Bengkulu.
Tesis Rizky Gilang Saputra.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).
Download (5MB)
Abstract
Isu ketimpangan menjadi isu yang dialami oleh berbagai negara, karena dianut
sistem kapitalis sector pertanian menjadi sector unggulan di provinsi Bengkulu
yang mampu mengurangi tingkat ketimpangan. Penelitian ini penelitian deskriptif
kualitatif yang bersifat induktif, data yang digunakan adalah data sekunder
(dokumentasi, studi pustaka) tahun 2012–2016. Metode analisis yang digunakan
adalah : Analisis Pertumbuhan ekonomi, Analisis Tipologi Klassen, dan Analisis
Indeks Entropi Theil.
Klasifikasi daerah untuk masing-masing kabupaten dari tahun 2012– 2016
mengalami pergeseran, dimana pada tahun 2012 dan 2013 semua kabupaten
berada pada kuadran III (daerah yang berkembang cepat), yaitu daerah ini
memiliki pertumbuhan yang tinggi namun pendapatan rendah. Pada tahun 2014
ada 4 Kabupaten yang berada di Kuadran IV yaitu daerah yang tertinggal yaitu
kabupaten Mukomuko, Bengkulu Tengah, Rejang Lebong, Kepahiang. Pada tahun
2016, ada 8 (delapan) kabupaten yang bergeser ke kuadran II (daerah yang maju
tapi tertekan), yaitu daerah dengan pendapatan tinggi namun pertumbuhan rendah,
daerah tersebut adalah Kabupaten Bengkulu Utara, Mukomuko, Bengkulu
Tengah, Rejang Lebong, Kepahiang, Lebong,dan Seluma. Kabupaten Kaur satu�satunya daerah yang berada pada kuadran I yaitu daerah yang maju dan cepat
tumbuh, dimana pendapatan tinggi dan pertumbuhan tinggi.
Secara umum, Kondisi daerah di Provinsi Bengkulu dari 9 kabupaten provinsi
Bengkulu 3 kabupaten berada di tingkat ketimpangan yang rendah yaitu
kabupaten Bengkulu Utara, Rejang Lebong, Bengkulu Selatan ada 2 kabupaten
yang berada di tingkat ketimpangan sedang yaitu kabupaten Bengkulu Tengah dan
kepahiang dan sisanya yaitu 4 kabupaten berada di tingkat ketimpangan tinggi
yaitu kabupaten Muko-muko, Lebong, Kaur dan Seluma dari tahun 2012-2016 di
provinsi Bengkulu, berdasarkan angka IET masing-masing kabupaten.Penyebab
ketimpangan karena masih banyak persoalan yang harus diselesaikan seperti
sektor pertanian dengan berbagai upaya yang dilakukan hingga sekarang masih
belum dapat menurunkan tingkat ketimpangan di provinsi Bengkulu.
kata kunci : klasifikasi daerah, ketimpangan daerah, pertumbuhan eekonomi,
sektor pertanian
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Postgraduate Program > Master of Development Planning Program |
| Depositing User: | 56 nanik rahmawati |
| Date Deposited: | 11 Mar 2026 03:13 |
| Last Modified: | 11 Mar 2026 03:13 |
| URI: | https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32821 |

