ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA KEUANGAN BANK DAERAH DI SUMATERA BAGIAN SELATAN

Rusdi, Muhammad and Kamaludin, Kamaludin and Sigit, Nugroho and Husaini, Husaini (2018) ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA KEUANGAN BANK DAERAH DI SUMATERA BAGIAN SELATAN. Doctoral thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Archive (Thesis)
DISERTASI M RUSDI.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Berdasarkan Laporan Bank Daerah Regional Championship (BRC, 2010)
diketahui bahwa masalah utama yang dihadapi oleh Bank Pembangunan Daerah
(BPD) bahwa capaian Tingkat Kesehatan Bank (TKB) secara umum pada
peringkat komposit 3 (cukup sehat), artinya sangat berisiko jika tergerus satu
tingkat akan berada pada level komposit 4/tidak sehat. Sesuai Undang- Undang
Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998, Bank wajib memelihara kesehatannya.
Tingkat kesehatan Bank menjadi kepentingan berbagai pihak terkait, baik pemilik,
pengelola (manajemen), dan masyarakat pengguna jasa bank. Tingkat kesehatan
Bank merupakan suatu sistem peringatan dini atas kinerja bank saat ini dan
prospeknya dimasa yang akan datang (Thomson, 1991).
Penelitian terdahulu mengenai tingkat kesehatan bank umumnya masih terfokus
pada identiifkasi komponen-komponen TKB dan analisis dampak atau
pengaruhnya terhadap corporate sustainability/profitability, dan hanya terfokus
pada TKB dalam perspektif CAMELS. Hal ini terungkap dalam penelitian- penelitian yang dilakukan peneliti antara lain; Molyneuk dan Seth (1998); Pilloff
dan Rhoades (2002); Sufian(2009);Kumbirai dan Webb (2010);Eng (2013);Gupta
(2013); Sangmi (2010);Roman dan Sargu (2013). Pada penelitian terdahulu belum
menggunakan TKB yeng berbasis risiko atau Risk Based Bank Rating
(RBBR).Penman (2002) menjelaskan keterkaitan yang erat antara komposit
kesehatan bank terhadap kualitas laba perusahaan. Artinya komposit rating tingkat
kesehatan bank (Risk Management, GCG, Earning dan Capital) akan
mempengaruhi Kualitas laba yang menjadi faktor penentu keberlanjutan bank di
masa depan.
Bertolak pada pentingnya posisi dan peran perbankan, khususnya bank daerah di
lingkungan Sumatera Bagian Selatan, dengan upaya kerja keras bank daerah yang
telah dilakukan, utamanya pentahapan melalui BRC, serta posisi sentral akan
pentingnya tingkat kesehatan bank, didukung state of the art studiempiris di atas,
maka dipandang penting untuk menaganlisis tingkat kesehatan bank dan
dampaknya terhadap kinerja keuangan (kualitas laba)bank daerah Sumatera
Bagian Selatan.
Tujuan penelitian ini mencakup analisa(i) Tipologi tingkat kesehatan bank
daerahSUMBAGSEL secara parsial terhadap masing-masing komponen, baik
Risk Management, GCG, Earning dan Capital, pada masing-masing bank; (ii)
Menganalisis perbandinagantipologi tingkat kesehatan bank daerah
SUMBAGSEL (iii) Untuk menganalisis faktor dominan (key performance
indicator) dan pembeda tipologi tingkat kesehatan bank daerahSUMBAGSEL
terhadap masing-masing komponen maupun komposit, baik Risk Management,
Good Corporate Governance (GCG), Earning, dan Capital antar bank daerah;
(iv) Untuk menganalisis pengaruh tingkat kesehatan bank terhadap kualitas
lababank daerahSUMBAGSEL.
Tingkat kesehatan bank merupakan suatu sistem peringatan dini atas kinerja bank
saat ini dan prospeknya dimasa yang akan datang (Thomson, 1991). Stabilitas
kinerja keuangan perbankan setiap tahunnya perlu dipastikan dengan tujuan untuk
mengetahui perbandingan risiko dan rasio profitabilitas keuangan suatu industri
perbankan. Budisantoso dan Triandaru (2005: 51) menjelaskan bahwa tingkat
kesehatan bank diartikan sebagai kemampuan suatu bank untuk melakukan
kegiatan operasional perbankan secara normal dan mampu memenuhi semua
kewajibannya dengan baik dengan cara-cara sesuai dengan peraturan perbankan
yang berlaku.
Dalam perekonomian modern, manajemen, dan pengelolaan perusahaan semakin
banyak dipisahkan dari kepemilikan perusahaan.Hal ini sejalan dengan Agency
Theory yang menekankan pentingnya pemilik perusahaan (pemegang saham)
menyerahkan pengelolaan perusahaan kepada tenaga-tenaga professional (agents)
yang lebih mengerti dalam menjalankan bisnis sehari-hari.Tujuan dipisahkannya
pengelolaan dari kepemilikan perusahaan, yaitu agar pemilik perusahaan
memperoleh keuntungan yang semaksimal mungkin dengan biaya yang seefisien
mungkin dengan dikelolanya perusahaan oleh tenaga-tenaga profesional.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Secara khusus
perhitungan statistik yang digunakan untuk mengungkap pengaruh Tingkat
kesehatan Bank terkait Risk Management (X1), GCG (X2),Earning
(X3)danCapital (X4) terhadap kualitas laba(Y), baik secara simultan maupun
parsial.Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yakni
data yang diperoleh dari dokumentasi laporan rutin sejak pelaporan Tingkat
Kesehatan Bank terhitung semester I tahun 2012 sampai dengan semester I tahun
2016 Bank DaerahSUMBAGSEL dalam bentuk data panel. Data yang dimaksud
diperoleh dengan metode studi pustaka dan dokumentasi.
Metode analisa yang digunakan secara garis besar dibagi dari dua metode; Tujuan
penelitian satu, dua dan tiga terkait analisis tipologi, analisis dan faktor dominan
dan pembeda tingkat kesehatan bank menggunakan teknik analisis deskriptif yaitu
melakukan metode pengumpulan data, mancatat, dan mengkaji data
sekunder.Khusus untuk tujuan penelitian empat yakni menganalisis pengaruh
tingkat kesehatan bank terhadap kinerja keuangan (kualitas laba), menggunakan
alat analisis statistik regresi data panel.
Berdasarkan uraian penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan dapat
disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: Tipologi tingkat kesehatan bank daerah
di SUMBAGSEL cenderung sama dengan ratio antara 2 sampai dengan 3 baik
Risk Management, GCG, Earning maupun Capital. ratio ini menggambarkan
bahwa Secara umum tingkat kesehatan bank daerah di wilayah SUMBAGSEL
pada kategori sehat; Komparasi tipologi tingkat kesehatan Bank Bengkulu, Bank
Jambi dan Bank Lampung relatif sama dari perspektif komponen tingkat
kesehatan bank, baik Risk Management, GCG, Earning maupun Capital, sementara tingkat kesehatan bank Sumsel Babel cenderung lebih tinggi (relatif
lebih buruk), sebaliknya ratio nilai kualitas laba juga Bank Sumsel Babel relatif
lebih rendah dibandingkan dengan ketiga bank lainnya; Kualitas laba relatif
semakin buruk pada bank dengan tingkat atau volume kegiatan bank yang besar,
sebaliknya tingkat kesehatan bank cenderung lebih sehat pada bank daerah dengan
volume kegiatan bank yang relatif kecil. Fakta ini berbanding lurus dengan
konsep bahwa skala usaha yang lebih besar memiliki kompleksitas yang lebih
tinggi; Secara simultan baik Risk Management, GCG, Earning maupun Capital
mempunyai pengaruh signifikan terhadap kualitas laba. Secara parsial;Risk
Managementdan Earningmemiliki pengaruh yang negatif signifikan terhadap
kualitas laba, GCG memiliki pengaruh positif signifikan, sedangkan Capital tidak
memiliki pengaruh terhadap kualitas laba.
Merujuk pada kesimpulan yang telah diuraikan maka dapat disarankan beberapa
hal sebagai berikut: (i) Fenomena fakta yang menunjukkan economic of scale
yang lebih besar cenderung memiliki komponen tingkat kesehatan bank yang
lebih buruk, harus disiasati dengan upaya mengoptimalkan implementasi GCGdan
mitigasi resiko, sehingga kompleksitas produk dan usaha yang tinggi dari sisi
risiko dapat di minimalisir; (ii) Khusus untuk Capital sebagai satu-satunya
komponen tingkat kesehatan bank yang tidak mempunyai pengaruh signifikan
terhadap kualitas laba, memerlukan perhatian khusus dari para pemegang saham
baik gubernur, bupati dan walikota sebagai owner/principal atau pemegang saham
agar konsisten serta optimal melakukan setoran modal dalam jumlah yang cukup
signifikan secara periodik setiap tahunnya. (iii).Upaya untuk mengoptimalkan
kualitas laba bank daerah dapat dilakukan dengan konsisten mempertahankan
performa Risk Management yang sudah dicapai, khususnya pada level low dan
low to moderate dan Earning pada level baik dan sangat baik.
Kata Kunci:Bank Daerah, Risk Management, Good Corporate Governance, Earning, Capital, Kualitas Laba

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Postgraduate Program > Management Doctoral Program
Depositing User: 56 nanik rahmawati
Date Deposited: 13 Mar 2026 07:40
Last Modified: 13 Mar 2026 07:40
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32829

Actions (login required)

View Item
View Item

slot gacor terbaik

slot gacor terpercaya

Situs Resmi Bisawd

slot gacor 4d

Slot Terpercaya

Slot Gacor bet 200