PERANCANGAN LOKA REHABILITASI NARKOBA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR TERAPEUTIK DI KOTA MANNA BENGKULU SELATAN

Utami, Hafifah Intan and Panji, Anom Ramawangsa and Abdul, Hamid Hakim (2026) PERANCANGAN LOKA REHABILITASI NARKOBA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR TERAPEUTIK DI KOTA MANNA BENGKULU SELATAN. Other thesis, Universitas Bengkulu.

[thumbnail of Thesis] Archive (Thesis)
FILE SKRIPSI G1E021003_HAFIFAH INTAN UTAMI - Hafifah intan Utami.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (4MB)

Abstract

Berdasarkan hasil perencanaan dan perancangan Loka
Rehabilitasi Narkoba Di Kota Manna Bengkulu Selatan Dengan
Pendekatan Arsitektur Terapeutik, dapat disimpulkan bahwasanya
kasus penggunaan narkoba telah menjadi masalah nasional di
Indonesia dikarena dalam beberapa tahun belakang ini masalah
tersebut semakin parah, dengan pengguna narkoba yang semakin
meningkat di tiap tahunnya. Begitu juga dengan provinsi Bengkulu
yang tidak luput dari peningkatan kasus narkoba dan bukan hanya
pada bagian ibu kota provinsi saja, namun di seiap daerah kabupaten
yang ada di provinsi Bengkulu juga mengalami peningkatan
pengguna narkoba maka dari itu disetiap daerah kabupaten harus
terdapat pusat rehabiliatsi.
Pada 2018 Kabupaten Kaur yang terletak di sisi selatan
provinsi Bengkulu secara angka merupakan wilayah dengan
peredaran narkoba tertinggi dan jumlah pengguna narkoba tertinggi di
Provinsi Bengkulu, sedangkan pada sisi selatan provinsi Bengkulu itu
sendiri belum terdapat pusat rehabilitasi narkoba, oleh karena itu guna
pemerataan pembangunan pusat rehabilitasi harus dibuat agar
masyarakat pinggir kota bisa dengan mudah mendapatkan akses pusat
rehabilitasi.
Konsep arsitektur terapeutik sendiri dipilih karena arsitektur
terapeutik merupakan konsep arsitektur yang dirancang untuk
mendukung proses penyembuhan dengan mempertimbangkan tiga
aspek mulai dari aspek manusia, aspek proses, hingga aspek tempat.
Arsitektur terapeutik diharapkan mampu untuk berkontribusi secara
208
aktif terhadap kesejahteraan dan pemulihan orang-orang yang
mengalami trauma atau penyakit.
7.2 Saran
Dalam perancangan Loka Rehabilitasi Narkoba ini, terdapat
beberapa saran yang ingin disampaikan penulis kepada pihak-pihak
terkait, antara lain:
1. Pemerintah daerah hendaknya menjamin pemerataan fasilitas
rehabilitasi bagi pengguna narkoba agar mereka dapat memperoleh
layanan yang sama. Oleh karena itu, peraturan yang berlaku bahwa
korban penyalahguna narkoba harus di rehabilitasi dapat berjalan
sesuai undang - undang yang berlaku.
2. Kepada korban penyalahgunaan narkoba untuk tidak takut melakukan
proses rehabilitasi dikarenakan rehabilitasi merupakan langkah yang
tepat untuk membantu para korban agar terlepas dari narkoba dan
membantu memulihkan fungsi fisik, mental, serta sosial korban.
3. Kepada para pembaca untuk tidak mendektai narkoba karena narkoba
dapat merugikan diri sendiri dan orang disekitar kita. Selain itu, tugas
akhir dengan judul "Perancangan Loka Rehabilitasi Narkoba Di Kota
Manna Bengkulu Selatan Dengan Pendekatan Arsitektur Terapeutik"
diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan pembaca
tentang arsitektur dan loka rehabilitasi.
4. Untuk para penulis yang menjadikan "Perancangan Loka Rehabilitasi
Narkoba Di Kota Manna Bengkulu Selatan Dengan Pendekatan
Arsitektur Terapeutik" ini sebagai bahan literatur tambahan untuk
dapat memperluas pengetahuan dan kemampuan mereka dalam desain
dan desain bangunan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Arsitectur Engineering
Depositing User: 58 lili haryanti
Date Deposited: 02 Apr 2026 02:35
Last Modified: 02 Apr 2026 02:35
URI: https://repository.unib.ac.id/id/eprint/32833

Actions (login required)

View Item
View Item

slot gacor terbaik

slot gacor terpercaya

Situs Resmi Bisawd

slot gacor 4d

Slot Terpercaya

Slot Gacor bet 200